POJOKSATU.id, KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang menorehkan langkah penting dalam pemberdayaan ekonomi rakyat dengan meresmikan 309 Koperasi Merah Putih tingkat desa dan kelurahan dalam rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 yang digelar di Lapangan Karangpawitan, Karawang.

Agenda ini menjadi simbol nyata upaya Karawang memperkuat struktur ekonomi berbasis komunitas di seluruh wilayah desa dan kelurahan.

Sebanyak 1.588 pengurus dan 964 pengawas koperasi resmi dikukuhkan. Mereka berasal dari 297 desa dan 12 kelurahan di Karawang, menandai sebuah langkah strategis untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui koperasi.

Salah satu sorotan dalam kegiatan ini adalah Koperasi Merah Putih Kelurahan Plawad, Karawang Timur, yang ditetapkan sebagai koperasi percontohan dan menerima pengukuhan secara simbolis mewakili seluruh koperasi yang baru dibentuk.

Ketua Koperasi Merah Putih Plawad, Aris Setio Budi, mengungkapkan rasa syukur atas pengakuan tersebut. Ia menyebut pencapaian ini adalah buah dari kerja kolektif antara pengurus dan anggota.

“Kami merasa bangga bisa jadi contoh. Ini jadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi dan memberi manfaat lebih besar bagi warga,” ujar Aris, Sabtu 19 Juli 2025.

Aries juga menambahkan bahwa koperasi tingkat desa punya potensi besar untuk berperan sebagai motor penggerak ekonomi lokal, sekaligus menjadi model pemberdayaan yang bisa direplikasi di wilayah lain.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah daerah menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menunjukkan bahwa koperasi bisa dikelola secara modern dan profesional.

Sementara itu, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menegaskan pentingnya peran koperasi dalam membangun kemandirian ekonomi desa. Ia menyebut koperasi sebagai alat perjuangan rakyat yang lahir dari kebutuhan masyarakat untuk saling menguatkan secara ekonomi.

Baca Juga: Konsumen MTF Karawang Ini Ngaku Kecewa, Mobil Sudah Diproses, Tiba-Tiba Dijual ke Orang Lain

“Koperasi bukan sekadar badan usaha, tapi juga semangat kemandirian dan solidaritas. Ini adalah wujud nyata ekonomi berbasis rakyat,” tegas Aep.

Program pengukuhan koperasi ini juga sejalan dengan target nasional yang dicanangkan Presiden RI, yaitu membentuk 80.000 Koperasi Merah Putih hingga tahun 2025. Peluncuran resminya akan dilaksanakan di Klaten, Jawa Tengah pada 21 Juli 2025 mendatang.

Bupati Aep juga mengajak seluruh koperasi di Karawang untuk bertransformasi ke arah digital serta menjalin kemitraan strategis dengan BUMDes, BUMN, BUMD, perbankan, dan pelaku industri di kawasan Karawang.

“Dengan kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara, Karawang punya peluang emas. Koperasi bisa jadi penghubung antara pelaku usaha besar dan masyarakat kecil,” tambahnya.

Dalam penutup sambutannya, Aep mengutip Bung Hatta sebagai tokoh koperasi Indonesia: “Koperasi adalah jalan menuju kesejahteraan. Dirgahayu koperasi Indonesia yang ke-78, mari bangkit bersama untuk negeri yang lebih adil dan makmur.”

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Karawang, Dindin Rachmadhy, menyampaikan bahwa seluruh proses pendirian koperasi telah melalui tahapan formal yang melibatkan musyawarah masyarakat serta pendampingan hukum dari Ikatan Notaris Indonesia (INI) Karawang. Per 27 Juni 2025, seluruh koperasi tersebut sudah sah berbadan hukum.

Tak hanya itu, Dinas Koperasi Karawang juga menerbitkan dua petunjuk teknis dan menyiapkan program bimbingan teknis (Bimtek) guna meningkatkan kapasitas para pengurus dan pengawas koperasi yang baru terbentuk.

“Koperasi Merah Putih ini adalah gerakan ekonomi dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Ini bukan sekadar program seremonial, tapi awal dari sistem ekonomi yang kokoh di tingkat desa,” pungkas Dindin. ***