POJOKSATU.id, KARAWANG – Warga Perumahan Lemahmulya Indah, Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, mendadak gempar di tengah malam. Seorang tetangga, Neng Nuraeni, mengaku baru mengetahui ada kejadian serius ketika mendengar suara tangisan dan melihat mobil ambulans sudah terparkir di depan rumah korban.

“Awalnya saya lagi tidur, terus anak saya bangunin katanya di depan rumah ada ambulans. Saya langsung keluar, di luar udah ramai orang. Pada bilang, itu Neng Lusi sama suaminya katanya bunuh diri,” ujar Nuraeni saat ditemui di lokasi, Kamis, 12 Juni 2025.

Menurut Nuraeni, pasangan suami istri itu memang dikenal tertutup. Jarang bergaul dengan tetangga sekitar, dan lebih sering menghabiskan waktu di dalam rumah.

“Mereka itu jarang keluar, jarang ngobrol juga sama tetangga. Nggak tahu ya, emang orangnya pendiam dua-duanya. Kalau kelihatan paling pas beli sesuatu aja, itu juga sebentar,” tambahnya.

Baca Juga: Pasangan Suami Istri Ditemukan Bersimbah Darah di Karawang, Istri Tewas di Tempat

Dari pengamatan Nuraeni dan warga lain, pasangan ini memiliki dua orang anak. Yang kecil masih bayi, usianya sekitar empat bulan, sementara yang satu lagi diperkirakan berusia lima tahun.

“Anaknya dua, yang satu masih bayi banget, yang satu lagi udah agak besar, kayaknya lima tahunan. Kasihan sih ngelihatnya, apalagi kalau bener ibunya udah meninggal,” katanya dengan nada sedih.

Usaha yang dijalankan keluarga ini juga tergolong sederhana. Menurut Nuraeni, kadang mereka jualan kecil-kecilan, seperti makanan ringan atau seblak, tapi tidak rutin.

“Kadang jualan seblak gitu, tapi nggak tiap hari juga. Lebih sering kelihatan di rumah aja, kayaknya usaha dari rumah atau online mungkin,” jelasnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Karawang Ajak Warga Tebar Kepedulian di Idul Adha 1446 H

Terkait hubungan rumah tangga mereka, Nuraeni mengaku pernah mendengar desas-desus soal pertengkaran yang kerap terjadi. Meski tak pernah melihat langsung, ia sering mendengar suara cekcok dari rumah sebelah.

“Kalau denger-denger sih, suka berantem. Tapi ya kita juga nggak tahu masalahnya apa. Kadang suka curhat ke tetangga lain juga katanya, tapi saya pribadi sih nggak pernah diajak ngobrol soal itu,” ungkapnya.

Saat kejadian, Nuraeni mengaku tidak melihat langsung kondisi di dalam rumah. Ia hanya sempat melihat saat jenazah dimasukkan ke dalam ambulans.

“Saya cuma lihat pas jenazah dibawa ke ambulans. Kalau katanya sih, Lusi udah meninggal di tempat, suaminya masih hidup dan langsung dibawa ke RSUD,” ujar Nuraeni.

Baca Juga: Warga Karawang Jadi Korban Penipuan Uang Gaib, Puluhan Juta Raib

Kata warga lain yang sempat mendekat, luka yang dialami suami korban cukup parah, terutama di bagian leher dan tangan. Polisi dari Tim Inafis Polres Karawang pun langsung turun tangan menyelidiki TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk seprai berlumuran darah dan benda tajam yang diduga dipakai dalam insiden ini.

Diketahui, pasangan suami istri ini sudah tinggal di rumah tersebut sekitar tiga tahun. Rumah yang mereka tempati adalah milik pribadi, bukan kontrakan.

“Mereka udah tinggal di sini sekitar tiga tahunan. Rumahnya rumah sendiri, bukan ngontrak,” ujar Nuraeni.

Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian soal motif pasti dari kejadian tersebut. Namun kasus ini masih dalam penanganan intensif dan pihak berwajib juga tengah mendalami dugaan pertengkaran rumah tangga yang disebut-sebut kerap terjadi. ***