POJOKSATU.id, KARAWANG - Dugaan penipuan berkedok ritual mistis kembali mengguncang warga Karawang. Seorang pria berinisial MU, asal Provinsi Banten, dilaporkan telah menipu sejumlah warga dengan iming-iming mampu mendatangkan uang gaib triliunan rupiah melalui serangkaian ritual spiritual.

Beberapa korban yang melaporkan peristiwa ini di antaranya adalah AW, Dry, EA, AD, dan Aki. Mereka mengaku tergiur setelah dijanjikan uang dalam jumlah fantastis, asalkan mengikuti semua syarat yang diajukan oleh MU.

“Dia sangat meyakinkan. Kami diminta menyiapkan rokok tujuh rupa, buah tujuh rupa, bunga tujuh rupa, dan minyak khusus seharga Rp3,7 juta,” ungkap AW kepada wartawan, Senin (2/6), dengan nada kesal.

Tak hanya itu, para korban juga diwajibkan membiayai seluruh keperluan transportasi MU dari Banten ke Karawang setiap kali ritual hendak dilakukan. Namun hasil yang dijanjikan tak pernah terbukti.

Baca Juga: Petugas Kredit Dikeroyok Saat Tagih Cicilan di Klari Karawang

Tiga Lokasi Ritual, Tak Satu pun Berhasil

MU sempat melakukan ritual di tiga lokasi berbeda. Pertama di Kecamatan Setu, Bekasi, namun gagal dengan alasan adanya “gangguan teknis”. Ritual kedua di Telagasari, Karawang, juga tak membuahkan hasil karena disebut kurang cocok secara spiritual.

Pada ritual ketiga di Lemahabang, Karawang, MU sempat mengklaim uang gaib telah “muncul”, namun hingga kini tak ada bukti yang bisa meyakinkan para korban. MU justru menghilang tanpa kabar, meninggalkan janji-janji kosong.

“Katanya uangnya sudah ada, tinggal disempurnakan. Tapi ujung-ujungnya kami hanya disuruh menunggu. Sekarang dia malah menghilang!” kata Dry dengan nada geram.

Baca Juga: Ketua DPRD Karawang Janji Urus BPJS Dua Lansia di Desa Purwasari

Puluhan Juta Melayang, Pelaku Masih Buron

Kerugian para korban ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Tidak hanya warga Karawang, korban dari luar daerah seperti Sumatera juga disebut telah mentransfer uang ke MU untuk ritual penarikan dana gaib.

“Orang tua dari Setu juga jadi korban. Ini bukan cuma tentang uang, tapi harga diri. Kami sudah terlalu sabar!” tegas Adang, salah satu korban lainnya.

Saat ini, MU belum dapat dilacak keberadaannya. Dugaan kuat, ia telah melarikan diri untuk menghindari pertanggungjawaban hukum.

Korban Siapkan Langkah Hukum

Merasa ditipu secara terstruktur, para korban kini tengah berkonsultasi dengan kuasa hukum untuk segera melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Mereka berharap pelaku bisa segera ditangkap agar tidak ada lagi warga yang tertipu dengan modus serupa.

“Kalau memang bisa tarik uang gaib triliunan, kenapa dia masih minta ongkos jalan?” sindir Dry, menyiratkan kecurigaannya sejak awal. ***