POJOKSATU.id, KARAWANG - Musim kemarau panjang yang mendera sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, telah mengakibatkan kekeringan yang parah.
Sumber-sumber air yang biasa digunakan oleh warga mengering, memaksa mereka untuk mengambil tindakan drastis seperti menggali sumur resapan di lokasi yang jauh dari pemukiman.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Mahpudin, menyatakan bahwa kekeringan disebabkan oleh minimnya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Kabar Gembira! Segera Dibangun Bandara Internasional di Karawang, Lokasinya di Kecamatan Ciampel
Situasi ini telah mengakibatkan sungai-sungai dan sumber air lainnya yang menjadi andalan warga menjadi kering.
"Sudah berbulan-bulan, hujan tidak turun di Kabupaten Karawang. Musim kemarau panjang ini menyebabkan banyak sungai dan sumber air yang biasanya dimanfaatkan oleh warga menjadi mengering. Akibatnya, warga terpaksa menggali sumur resapan," kata Mahpudin.
Untuk membantu mengatasi krisis air ini, Pemerintah Kabupaten Karawang telah memberikan bantuan air bersih kepada wilayah-wilayah yang terdampak. Sebanyak 40.000 liter air bersih telah didistribusikan dalam delapan pengiriman menggunakan mobil tangki.
"Selama dua minggu terakhir, kami telah mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami kekeringan. Kami mengirimkan delapan kali sehari, dengan satu tangki mengangkut 5.000 liter air," ungkap Mahpudin.
Mahpudin menyebutkan bahwa bantuan air bersih telah dikirimkan ke beberapa wilayah, termasuk Desa Kutalanggeng, Desa Cintalanggeng, Desa Cintalaksana, dan Desa Cigungsari di Kecamatan Tegalwaru.
Pengiriman juga telah dilakukan ke Desa Tamanmekar di Kecamatan Pangkalan, serta Desa Wanakerta di Kecamatan Telukjambe Barat, dan Desa Parungmulya di Kecamatan Ciampel.
Baca Juga: FOTO : Nikmatnya Ngopi Sambil Melihat Keindahan Alam di Saung Koffie Hideung Karawang
BPBD Kabupaten Karawang berkomitmen untuk bekerja sama dengan instansi lain, seperti Perumdam Tirta Tarum Karawang dan Palang Merah Indonesia Kabupaten Karawang, dalam upaya menangani kekeringan ini.
"Kami bekerja sama dengan PDAM dan PMI untuk memastikan bantuan air bersih merata dan tidak menumpuk di satu wilayah," jelas Mahpudin.
Mahpudin juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan air bersih dengan bijak, mengingat situasi kekeringan dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Baca Juga: Aktivis Kecewa Pemkab Karawang Terlantarkan Tugu Proklamasi, Padahal Punya Nilai Sejarah
Dia juga mendesak pemerintah desa untuk segera melaporkan kekeringan atau kebakaran yang terjadi di wilayah mereka.
"Kekeringan ini juga meningkatkan risiko kebakaran. Kami sudah menempatkan armada di wilayah-wilayah rawan kebakaran, khususnya daerah dengan banyak ilalang. Kami aktif turun ke lapangan untuk memeriksa kondisi kekeringan. Namun, kerjasama dengan warga dan pemerintah desa sangat diperlukan," tutup Mahpudin. ***




