POJOKSATU.id, KARAWANG - Sebuah kapal tongkang muatan pasir dilaporkan terdampar di perairan sejak kemarin, Hari Jumat, pukul 15.30 WIB, tepat di Dusun Tanjungsari, Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang. Kejadian ini disebabkan oleh adanya kebocoran pada kapal tersebut.
Dalam wawancara dengan narasumber, Acim Suheri yang dikenal sebagai Capten Barakuda, seorang nelayan dari Desa Sedari, ia menjelaskan kronologi kejadian tersebut.
"Kurang lebih 500 sampai 700 meter dari bibir pantai, lokasinya di perairan Dusun Tanjungsari Desa Sedari Kecamatan Cibuaya," ujar Acim, Sabtu 19 Agustus 2023 kepada pojoksatu.id lewat sambungan telepon.
Menurut Acim, Kapal tongkang tersebut sebenarnya sedang dalam perjalanan dari rute Marunda menuju Kalimantan.
Namun di tengah perjalanan kapal mengalami kebocoran. Dengan tujuan untuk menghindari potensi kecelakaan, kapten kapal memutuskan untuk menariknya ke tepi perairan dengan bantuan lima anak buah kapal (ABK) yang berada di kapal tersebut.
Acim Suheri mengungkapkan bahwa kejadian ini bukanlah akibat dari cuaca buruk, melainkan karena kapal mengalami kebocoran.
Baca Juga: Warga Karawang Tagih Janji Gubernur soal Pencemaran Sungai Cilamaya
Kapal tongkang ini juga memiliki usia yang sudah tua, sehingga kemungkinan terjadinya masalah semacam ini menjadi lebih besar.
Langkah pertama yang diambil untuk mengatasi situasi ini adalah dengan membuang sebagian muatan pasir agar kapal bisa naik kembali ke atas permukaan air. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk memudahkan proses penarikan kapal ke Marunda.
Dalam penuturannya, Acim Suheri menegaskan bahwa kru kapal terus berupaya untuk menyelamatkan seluruh awak kapal.
Tindakan menarik kapal ke tepi perairan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang lebih serius.
Pihak berwenang dan tim ahli saat ini tengah berupaya mengevakuasi kondisi kapal dan merencanakan langkah-langkah lebih lanjut untuk menangani kebocoran pada kapal tongkang tersebut.
Situasi ini juga menjadi peringatan akan pentingnya pemeliharaan kapal secara rutin, terutama bagi kapal-kapal yang telah berusia lanjut, guna mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang. ***




