POJOKSTU.ID - Kutai Barat (Kubar) menghadapi tantangan serius dalam menangani kasus katarak dengan rata-rata 11 pasien yang harus dioperasi setiap minggunya.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Kaltim-Kaltara, dr. Eka Falentina Wati, SPM, dalam acara operasi katarak gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kubar baru-baru ini.
Dr. Eka mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada PERDAMI Kaltim-Kaltara untuk pertama kalinya berkunjung ke Kubar dan membantu dalam kegiatan operasi katarak gratis.
Baca Juga: Penyebab Katarak: Penjelasan, Pencegahan, dan Pengobatannya
"Pekerjaan utama PERDAMI adalah meningkatkan kesehatan mata masyarakat. Oleh karena itu, target kami adalah melakukan operasi agar masyarakat bisa bebas dari gangguan kesehatan mata. Penyebab utama kebutaan di Indonesia adalah katarak," kata Eka dikutip dari laman resmi Pemkab Kutai Barat.
Ia menjelaskan bahwa terdapat istilah "beban katarak," di mana ada jumlah pasien yang harus dioperasi karena katarak sudah mengganggu aktivitas bahkan menyebabkan kebutaan.
"Gangguan atau kebutaan akibat katarak sebenarnya bisa dihindari. Sangat disayangkan jika seseorang menjadi buta karena katarak padahal hal tersebut bisa dicegah," ungkap Eka.
Di Kaltim dan Kaltara, terdapat enam kabupaten dengan beban katarak tinggi, salah satunya adalah Kubar. "Berdasarkan data, jika dihitung kemampuan operasi katarak dari jumlah penduduk usia di atas 50 tahun, di Kubar terdapat 455 kasus kebutaan, di mana 240 di antaranya disebabkan oleh katarak.
Oleh sebab itu, perlu target operasi 11 orang per minggu untuk mengatasi katarak di Kubar," terang Eka.
Dr. Eka menekankan bahwa katarak menjadi prioritas karena kebutaan akibat katarak bisa dihindari. Selain itu, katarak juga membawa dampak ekonomi yang signifikan.
"Jika satu orang buta katarak di usia produktif tidak bisa bekerja, maka akan ada satu orang lagi yang harus mendampingi dan tidak bisa bekerja. Kerugian akibat kebutaan katarak per orang mencapai Rp 96,744 juta per tahun. Jika kita bisa mengeliminasi kebutaan karena katarak, maka kerugian ini bisa dicegah," jelasnya.
Eka berharap kehadiran PERDAMI di Kubar dapat membantu lebih banyak masyarakat dan memberikan kebahagiaan dengan mengembalikan penglihatan mereka. "Kami berharap ke depan ada dokter mata di Kubar. Dengan melihat kasus kebutaan akibat katarak, sangat menyedihkan jika tidak segera ditangani," tambahnya.
Dengan adanya program operasi katarak gratis ini, diharapkan masyarakat Kubar dapat terbantu dan kualitas hidup mereka meningkat. "Kehadiran kami di sini adalah untuk membuat masyarakat bahagia dan melihat kembali adalah berkah serta pahala bagi kita semua," tutup dr. Eka. ***
