POJOKSATU.id, JEMBER – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember tengah mengevaluasi dampak pemberlakuan rekayasa lalu lintas terbaru di kawasan Pasar Tanjung.

Kebijakan pengalihan arus di Jalan Samanhudi yang resmi diterapkan sejak Senin (28/9/2026) pagi tersebut rupanya memicu penumpukan kendaraan di sejumlah titik vital.

Kemacetan baru terpantau cukup parah mengular di ruas Jalan Gajah Mada, Jalan Diponegoro, Jalan Gatot Subroto, hingga koridor Jalan Ahmad Yani dan Jalan Trunojoyo.

Baca Juga: Respon Tuntutan Pedagang Pasar Tanjung, Pemkab Jember Resmi Balik Arus Lalu Lintas Jalan Samanhudi

Secara teknis, skema rekayasa lalu lintas ini mengubah arah laju kendaraan di Jalan Samanhudi yang semula dari utara ke selatan diputar balik menjadi dari selatan ke utara.

Perubahan rute ini awalnya diharapkan mampu mengurai kemacetan lama, menata ulang fungsi jalan di sekitar pasar sentral, serta menunjang kelancaran mobilitas warga.

Sebelumnya, Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa penyesuaian arus lalu lintas ini bukanlah sebuah langkah sepihak dari pemerintah daerah.

Baca Juga: Warga Sering Ngeluh Macet dan Sampah, Pemkab Jember Akhirnya Rombak Total Aturan Pasar Tanjung

Kebijakan tersebut merupakan murni hasil perumusan bersama guna merespons tuntutan elemen mahasiswa (GMNI), pedagang lokal, dan warga sekitar dalam forum audiensi pada pertengahan September lalu.

Menanggapi kondisi nyata di lapangan, Kepala Dishub Jember, Gatot Triyono, membenarkan adanya pergeseran titik kemacetan pasca pemberlakuan aturan baru tersebut.

"Kami mencatat, arus kendaraan paling tersendat tampak di koridor Ahmad Yani, Trunojoyo, Gajah Mada, Diponegoro, dan Gatot Subroto," ungkap Gatot memberikan konfirmasi.

Baca Juga: Keluhan Pedagang Pasar Tanjung Didengar, Pemkab Jember Gerak Cepat Terjunkan Satgas Gabungan

Ia menjelaskan bahwa kondisi penumpukan kendaraan ini akan diposisikan sebagai materi pemantauan krusial selama masa uji coba pengalihan arus berlangsung.

Dishub Jember saat ini telah menerjunkan sejumlah petugas teknis ke berbagai titik rawan untuk memetakan lonjakan volume kendaraan secara lebih rinci.

Proses pengumpulan data pengamatan lapangan ini direncanakan akan rampung dalam pekan ini untuk segera dibahas secara komprehensif.

Gatot menyebutkan bahwa forum pembahasan hasil evaluasi uji coba tersebut ditargetkan akan dilangsungkan pada hari Jumat mendatang guna merumuskan tindakan susulan yang tepat.

Kesimpulan dari rangkaian pemantauan serta masukan langsung dari pengguna jalan nantinya akan menjadi dasar utama bagi Pemkab Jember dalam menentukan nasib kelanjutan rekayasa lalu lintas di kawasan perdagangan tersebut. ***