POJOKSATU.id, JEMBER – Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), secara resmi memaparkan postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027 yang diproyeksikan mencapai Rp5,5 triliun.

Penjelasan rancangan tersebut disampaikan langsung dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jember dengan agenda Penyampaian Penjelasan Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (28/9/2026).

"Tadi kami sampaikan gambaran secara umum dari rencana APBD tahun 2027," ujar Gus Fawait saat ditemui usai sidang paripurna.

Baca Juga: Hapus Ketimpangan, Gus Fawait Kucurkan Rp 187 Miliar untuk 258 Sekolah Negeri dan Swasta di Jember

Ia memastikan bahwa seluruh program yang tercantum dalam draf APBD 2027 telah disusun secara cermat dan berkesinambungan.

"Dan kami yakinkan kepada anggota DPRD bahwa program-program yang dirancang untuk APBD tahun 2027 tidak akan lepas dari Perda RPJMD yang sudah disepakati oleh Pemerintah Kabupaten, antara eksekutif maupun legislatif," tegasnya memberikan jaminan.

Meskipun anggaran APBD 2027 mencapai triliunan rupiah, Gus Fawait menyadari bahwa kekuatan APBD Jember saja tidak akan cukup untuk mengakselerasi seluruh target pembangunan daerah.

Baca Juga: Manjakan Pengusaha Taat Pajak, Bupati Jember Gus Fawait Beri Garansi Kemudahan Izin Usaha

Oleh karena itu, ia mendorong sinergi yang kuat antara pihak eksekutif dan legislatif untuk menarik lebih banyak anggaran dari pusat.

"Kemudian saya juga mengajak anggota DPRD untuk terus melakukan lobi-lobi kepada pemerintah pusat," imbaunya.

Pihaknya menekankan bahwa capaian pembangunan di Jember harus disokong dengan penyelarasan program dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga: 90 Persen Cerutu Jember Diekspor ke Luar Negeri dan Tembus 45 Negara, Gus Fawait: Bukti Hilirisasi Berhasil

"Karena kita ketahui bersama, Jember kalau cuman hanya pakai APBD nggak cukup, maka kita harus berakselerasi dengan APBN dari pemerintah pusat," papar Gus Fawait.

Dalam nota keuangan yang diserahkan, Pemkab Jember juga mencantumkan komitmen kuat untuk tidak menaikkan tarif pajak maupun retribusi daerah demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Sebagai langkah alternatif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerintah daerah akan berinovasi dengan mengoptimalkan serta mengawasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar lebih mandiri.

Kabar melegakan juga ditujukan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), di mana Pemkab Jember memastikan tidak akan ada pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) pada tahun 2027.

Secara garis besar, perumusan RAPBD 2027 ini difokuskan pada lima prioritas pembangunan, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan infrastruktur, hingga percepatan ekonomi kerakyatan.

Baca Juga: Punya SK Resmi dari Menteri, Warga Silo Jember Melawan Pembangunan Batalyon TP, Bupati Gus Fawait Turun Tangan Kawal Aspirasi

Berbagai program prioritas juga terus dikawal, seperti layanan kesehatan dokter keluarga atau Homecare, Beasiswa Cinta Bergema, hingga Sekolah Rakyat.

Gus Fawait juga memproyeksikan bahwa Jember akan mendapatkan suntikan dana fantastis sekitar Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun untuk membangun fasilitas pengolahan sampah modern berbasis Waste-to-Energy (WTE).

Terkait rincian postur keuangan, pendapatan daerah pada RAPBD 2027 direncanakan sebesar Rp4,521 triliun yang bersumber dari PAD dan pendapatan transfer.

Baca Juga: Tolak Tindakan Represif, Gus Fawait Minta Waktu Seminggu Rumuskan Penataan Humanis PKL Pasar Tanjung Jember

Sementara itu, total belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp5,508 triliun yang dialokasikan untuk membiayai belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer. 

Sehingga diperoleh total APBD sebesar Rp 5.5 triliun yang terdiri dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp 987 miliar rupiah terdiri dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya (SiLpa) sebesar Rp 200,4 milyar, penerimaan pembiayaan pinjaman daerah sebesar Rp 786.5 miliar.***