POJOKSATU.id, JEMBER – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan influenza di Kabupaten Jember melesat tajam sepanjang pertengahan Agustus hingga pertengahan September 2026.

Celakanya, kelompok anak balita menjadi penderita terbanyak yang paling rentan terpapar.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember, tercatat sebanyak 348 kasus ISPA dan 21 kasus influenza terlaporkan hanya dalam kurun waktu empat pekan terakhir.

Baca Juga: Istilah Mager, Gabut, Baper hingga Cuan, Ternyata Sudah Masuk KBBI

Meningkatnya tren penderita infeksi pernapasan ini bahkan terdeteksi merata di berbagai kecamatan dan paling mendominasi dalam dua minggu belakangan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Kabupaten Jember, dr. Rita Wahyuningsih, mengungkapkan bahwa virus ini sejatinya berpotensi menyerang siapa saja dari segala rentang usia.

Namun, anak di bawah lima tahun (balita) menjadi kelompok yang paling mendominasi angka penularan.

Baca Juga: Momen Kepala BGN Sudaryono Dicecar Nasib Sisa MBG, Jawabannya Jaka Sembung Mampir Kota Buol, Kagak Nyambung puooll

"Penyebaran penyakit ini terjadi secara meluas dan dapat menjangkiti seluruh lapisan masyarakat dari beragam usia. Namun, anak balita sejauh ini menjadi kelompok terbanyak yang mengalami penularan," ujar dr. Rita Wahyuningsih pada Selasa (21/9/2026).

Lebih lanjut, dr. Rita membeberkan bahwa mekanisme penyebaran virus dan bakteri penyebab ISPA maupun influenza ini berlangsung sangat cepat di ruang publik.

Ia menyebut, penularan penyakit pernapasan ini utamanya dipicu oleh percikan air liur saat penderita bersin atau batuk tanpa proteksi.

Baca Juga: Wabup Solok Ungkap Dua Warga Masih Hilang Usai Banjir Bandang Terjang Arosuka

"Penularan utamanya dipicu oleh lontaran cipratan air liur (droplet) ketika pasien yang terinfeksi sedang bersin atau batuk tanpa proteksi," imbuhnya.

Guna membendung gelombang penularan yang makin masif, Dinkes Jember menyiapkan strategi penanganan terpadu, mulai dari penguatan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) hingga optimalisasi faskes dasar.

Di sektor pelayanan medis, dr. Rita memastikan kesiapan Puskesmas hingga Rumah Sakit terus ditingkatkan untuk menampung dan merawat pasien yang berobat.

"Sementara dari sisi penanganan medis, kesiapan dan kapasitas layanan di tingkat Puskesmas hingga Rumah Sakit terus ditingkatkan untuk menampung pasien," pungkasnya.

Tak hanya itu, Pemkab Jember juga mengandalkan teknologi pelaporan digital berbasis aplikasi agar pergerakan kasus harian dapat dipantau secara real-time.

Baca Juga: Bukti Nyata Kemandirian Pesantren, PMDG Terbitkan Mushaf Tulis Tangan dan Buku Rekam Jejak Alumni!

"Kami terus memantau dinamika pergerakan jumlah kasus harian melalui sistem aplikasi pelaporan khusus agar langkah antisipasi di lapangan bisa berjalan cepat dan tepat," terangnya.

Atas lonjakan kasus ini, Dinkes Jember mengimbau para orang tua dan masyarakat luas untuk kembali disiplin menerapkan etika batuk yang benar, rutin mencuci tangan, serta selalu mengenakan masker saat kondisi tubuh sedang kurang sehat. ***