POJOKSATU.id, JEMBER– Pemerintah Kabupaten Jember terus membuktikan komitmennya dalam memberikan pelayanan paripurna bagi masyarakat.
Tak hanya tanggap mengurai krisis di lapangan, Pemkab juga melakukan aksi 'jemput bola' melalui perluasan jangkauan layanan kesehatan langsung ke permukiman warga lewat program Homecare.
Langkah proaktif ini terlihat saat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, turun langsung menyisir sejumlah titik di Kecamatan Jelbuk pada Jumat (11/9/2026).
Baca Juga: Prabowo Kembali ke Luar Negeri, Total Lawatan Disebut Tembus 58 Kali: Setara Jokowi 10 Tahun
Bersama Camat dan Kepala Puskesmas Jelbuk, rombongan blusukan mendatangi empat hingga lima lokasi sasaran yang dihuni oleh kelompok rentan.
Layanan Homecare ini secara khusus menyasar para lanjut usia (lansia), warga dengan disabilitas mental, hingga ibu hamil dengan kriteria risiko tinggi (risti).
"Hari ini kami menyisir beberapa lokasi warga yang membutuhkan penanganan khusus, mulai lansia, warga dengan disabilitas mental, hingga ibu hamil risiko tinggi. Salah satunya adalah ibu yang sedang mengandung anak keempat. Harapannya, proses persalinannya nanti bisa berjalan lancar dan selamat," ungkap Helmi di sela-sela kunjungannya.
Baca Juga: BPS Bongkar Rahasia Penentuan Desil Bansos, Ternyata Pakai Machine Learning Berbasis Kabupaten!
Helmi menjelaskan, agenda di Jelbuk ini merupakan kunjungan tahap kedua yang masih difokuskan di sekitar pusat kecamatan. Ke depannya, program ini akan bergerak menyasar wilayah-wilayah yang lebih terpencil.
Menyadari adanya tantangan geografis di kawasan pelosok yang sulit diakses kendaraan roda empat, Puskesmas bersama warga setempat telah menyiapkan skema evakuasi darurat.
Warga atau ibu hamil yang hendak bersalin akan ditandu beramai-ramai menuju jalan utama atau fasilitas kesehatan terdekat.
Baca Juga: Polemik ‘Anjing Penjaga’, Kolom Komentar Instagram Wali Kota Depok Dipenuhi Sorotan Netizen
Tidak berhenti di situ, Pemkab Jember bersama instansi terkait juga tengah mematangkan solusi inovatif berupa penyediaan fasilitas rumah singgah.
"Kami berkoordinasi dengan Pak Camat dan Dinas Sosial untuk memanfaatkan rumah warga yang kosong sebagai rumah singgah sementara. Langkah ini penting agar warga dari daerah jauh tidak perlu bolak-balik saat mendekati waktu persalinan," jelas Helmi.
Dalam kunjungan tersebut, Helmi yang mewakili Bupati Jember, Gus Fawait, turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi para tenaga kesehatan (nakes) dan tim Puskesmas Jelbuk.
Menurutnya, esensi dari pelayanan publik bukanlah penghargaan, melainkan keikhlasan.
"Penghargaan itu hanya simbol. Yang paling utama adalah hakikat pelayanan itu sendiri, bagaimana kita hadir melayani masyarakat dengan niat ibadah. Saya berharap semangat dan ritme kerja sama antara Puskesmas, Kecamatan, hingga elemen RT/RW ini terus dipertahankan secara konsisten," pesannya.
Baca Juga: Antrean BBM di Rest Area KM 68B Tangerang-Merak Meningkat, Pertamina Ungkap Faktor Pemicunya
Semangat melayani dengan sepenuh hati ini sejalan dengan arahan Bupati Jember, Gus Fawait, yang memastikan pemerintah daerah akan selalu hadir di tengah dinamika persoalan warga.
Bukti nyata kehadiran pemerintah ini tidak hanya tercermin dari program Universal Health Coverage (UHC) dan Homecare, tetapi juga dari respons cepat Pemkab dalam menangani krisis antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) baru-baru ini.
Bupati Gus Fawait menegaskan bahwa kelancaran penanganan antrean BBM di wilayahnya adalah hasil dari eksekusi langkah yang presisi dan terencana secara lintas sektoral.
Baca Juga: Jangan Sampai Berkas Ditolak! Ini Ketentuan Penting Pengajuan Mutasi ASN di Aplikasi Terbaru BKN
"Masalah ini bukan cuma soal ketersediaan BBM, tetapi bagaimana masyarakat bisa merasakan langsung kehadiran pemerintah saat mereka menghadapi kesulitan di lapangan," tegas Gus Fawait.
Ia menyebutkan, kunci efektivitas penyelesaian masalah BBM di Jember terletak pada kolaborasi masif.
Mulai dari pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran camat, hingga petugas SPPG diinstruksikan untuk turun langsung mengawal situasi di setiap titik pengisian bahan bakar.
Baca Juga: Makin Praktis dan Transparan! Begini 5 Tahapan Alur Mutasi ASN Terbaru Lewat Aplikasi i-Mutasi
Meski memiliki tantangan demografis yang kompleks dengan luas wilayah yang besar dan populasi mencapai 2,7 juta jiwa, kerja keras seluruh elemen jajaran Pemkab Jember nyatanya terbukti ampuh mengurai kepadatan, menjaga stabilitas, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. ***



