POJOKSATU.id, Depok – Kolom komentar akun Instagram Wali Kota Depok Supian Suri menjadi perhatian warganet.
Sejumlah pengguna media sosial ramai membahas pernyataan yang diduga dilontarkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Depok terkait polemik kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga.
Komentar tersebut muncul di tengah perdebatan mengenai penyebab kebakaran TPAS Galuga. Salah satu akun yang turut membahas persoalan itu disebut mendapat julukan “anjing penjaga” dari oknum ASN yang diduga ikut menanggapi persoalan di luar wilayah administrasinya.
Sorotan kemudian bergeser ke akun Instagram @bangsupians. Salah satu unggahan Supian Suri berjudul “Pelantikan Pengurus FKDS, FKKS, & Pokja Sehat Kelurahan Tahun 2026” justru dipenuhi komentar yang menyinggung persoalan tersebut.
Salah satu warganet mempertanyakan penggunaan istilah yang dinilai tidak pantas tersebut.
“Aneh bener, giliran ditanya soal sebutan ‘anjing penjaga’ malah diem seribu bahasa. Emang di diklat ASN Depok diajarin ngomong kasar gitu ke publik? @bangsupians,” tulis akun @Rizki_fadilah50 di kolom komentar Instagram Supian Suri, Sabtu, 12 September 2026.
Kinerja Pemkot Depok Ikut Disorot
Perdebatan itu tidak berhenti pada persoalan istilah “anjing penjaga”. Sejumlah warganet kemudian mengaitkannya dengan kinerja Pemerintah Kota Depok.
Ada pengguna Instagram yang menilai pemerintah daerah seharusnya lebih fokus terhadap persoalan yang berada di wilayah administrasinya sendiri.
“Wilayah sendiri masih banyak yang amburadul, tapi gaya ngomongnya udah kaya pengamat tata kota nasional. Mending ngaca dulu deh sebelum caplok wilayah orang. @bangsupians,” tulis akun wahcoyyy40.
Komentar serupa juga disampaikan akun adindarozak2.
“Sempat-sempatnya ngurusin dapur tetangga? Gak usah sok sibuk ngomentarin kota orang kalau urusan sendiri masih keteteran. Ga becus kerja,” tulisnya.
Sementara itu, akun zidan.elvano1 memberikan sindiran terhadap keterlibatan ASN Depok dalam persoalan yang berkaitan dengan wilayah lain.
“Mungkin standar sukses ASN Depok sekarang diukur dari seberapa sering mereka bikin onar di lapak orang lain. Patut diapresiasi keahlian julidnya,” tulisnya.
Ramainya komentar tersebut menunjukkan bahwa polemik terkait pernyataan “anjing penjaga” tidak hanya menjadi perbincangan mengenai kebakaran TPAS Galuga.
Persoalan tersebut juga berkembang menjadi kritik terhadap etika komunikasi aparatur pemerintah di ruang publik.
Hingga berita ini ditulis, sorotan warganet masih terlihat pada unggahan Instagram Wali Kota Depok Supian Suri.***




