POJOKSATU.id, JEMBER – Perusahaan Daerah Perkebunan (PP) Kahyangan Kabupaten Jember terus memacu percepatan bisnis dengan menggandeng BUMN Regional 5 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I.
Sinergi strategis ini dilakukan untuk mengoptimalkan potensi aset lahan seluas 3.800 hektar yang dimiliki BUMD tersebut.
Direktur Utama PP Kahyangan Jember, Gogot Cahyo Baskoro, menyampaikan bahwa kesepakatan kolaborasi ini dimantapkan usai pertemuan bersama jajaran PTPN I yang turut didampingi Komisi C DPRD Jember.
Baca Juga: Kemenhaj Buka Pendaftaran Mutasi PNS Batch II, Cek Syarat dan Jadwal Lengkap Seleksinya
"Kami sudah bertemu dengan Regional 5 PT Perkebunan Nusantara I bersama Komisi C DPRD Jember, hasilnya positif dan banyak belajar dari PTPN dalam tata kelola manajerial hingga pengelolaan usaha," ujar Gogot saat dikonfirmasi, Kamis (27/8/2026).
Gogot menjelaskan bahwa kerja sama ini akan berdampak signifikan pada pengembangan komoditas unggulan yang dikelola kedua entitas.
Untuk komoditas tebu, PP Kahyangan berniat menggenjot luas areal tanam yang saat ini baru mencapai sekitar 80 hektar.
Baca Juga: 65 Orang Diamankan Jelang Demo DPR, Polisi Sita 39 Sajam dan 201 Botol Diduga untuk Molotov
Secara tidak langsung, Gogot menguraikan bahwa PTPN I yang berpengalaman panjang di sektor gula akan membantu PP Kahyangan mengembangkan potensi tebu tersebut secara terukur.
Tak berhenti di situ, PTPN I juga berkomitmen memfasilitasi akses pasar internasional bagi produk perkebunan Jember.
"Ke depan Regional 5 PT Perkebunan Nusantara I juga membuka ruang jejaring pembeli (buyer) yang dimiliki, agar komoditas PP Kahyangan bisa menembus pasar global dengan harga jual yang lebih menguntungkan," jelas Gogot.
Baca Juga: Alumni UIN Jakarta Desak Sengketa Sekolah Pamulang Diselesaikan Lewat Jalur Hukum
Selain fokus pada pengembangan bisnis dan ekspor, kolaborasi dua perusahaan perkebunan ini mencakup kerja sama pengamanan fisik di area perkebunan yang berbatasan langsung.
Lokasi pengamanan bersama tersebut meliputi lahan di Sumber Pandan, Kecamatan Sumberbaru, serta Sumber Tenggulun, Kecamatan Tanggul.
Langkah percepatan bisnis ini juga sekaligus menjawab dorongan Komisi C DPRD Jember terkait pengentasan kemiskinan warga di kawasan pinggiran perkebunan.
Gogot meyakini bahwa kesehatan finansial perusahaan akan berbanding lurus dengan peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar dan para buruh kebun.
"Memaksimalkan aset yang dimiliki seluas 3.800 hektar ini memang sudah selayaknya dilaksanakan. Jika perusahaan sehat dan maju, tentu akan mendukung kesejahteraan karyawan. Bukan hanya dimensi profit, tetapi ada misi sosial termasuk pengentasan kemiskinan di pinggiran perkebunan," tuturnya.
Baca Juga: Kabar Nasaruddin Umar Mundur dari Menag Dipastikan Hoaks, Ini Pernyataan Lengkap Kemenag
Saat ini, komoditas utama PDP Kahyangan seperti karet dan kopi masih mencatatkan tren harga yang positif di pasar, meski komoditas kopi membutuhkan peremajaan dan perawatan ekstra.
Guna memperkuat portofolio usaha selain memperluas kebun tebu, PDP Kahyangan juga mulai menjajaki peluang diversifikasi tanaman baru berbasis nilai ekonomi tinggi, yakni budidaya kayu gaharu di lahan aset mereka. ***



