POJOKSATU.id, JEMBER - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Jember mencatatkan rekor impresif dengan nilai menembus lebih dari Rp1 miliar.
Capaian ini mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian UMKM karena mayoritas pembiayaan tersebut diserap oleh sektor-sektor produktif.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Plt. Deputi Bidang Usaha Mikro sekaligus Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, M. Riza Damanik, saat menghadiri Festival Kemudahan & Perlindungan Usaha Mikro di New Sari Utama Convention Hall, Jember, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: HaiSawit dan BPDP Dorong UMKM Desa Wisata di Blitar
Agenda besar ini turut dihadiri oleh Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait), Plt. Asisten Deputi Legalitas dan Perlindungan Usaha Mikro, serta Asisten Perekonomian & Pembangunan (Asisten II) Sekdaprov Jatim, Dydik Rudy Prasetya, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur.
Dalam keterangannya, Riza Damanik membeberkan bahwa dana modal usaha tersebut telah disalurkan secara masif kepada puluhan ribu pelaku usaha kecil di wilayah Jember.
"Kabupaten Jember penyalurannya itu sudah lebih dari 1 miliar kepada lebih dari 20 ribu UMKM di Kabupaten Jember," ujar Riza di hadapan awak media.
Baca Juga: Tidak Tahu Doxing? Kenali Pengertian, Dampak, Ancaman Hukum, dan Cara Melindungi Diri
Tak hanya dari sisi nominal yang fantastis, Kementerian UMKM menyoroti keistimewaan penyaluran KUR di Jember yang dinilai sangat tepat sasaran.
Sebanyak 69 persen dari total dana KUR di Jember terserap langsung di sektor produksi, seperti pertanian, perikanan, hingga peternakan.
Capaian 69 persen pada semester pertama ini dinilai luar biasa karena berhasil melampaui rata-rata target nasional yang saat ini berada di kisaran 65 persen.
Baca Juga: MK Larang IUP Ormas Lewat Penunjukan Langsung, MUI Tekankan Tata Kelola yang Transparan
Riza menjelaskan, dominasi pembiayaan pada sektor produksi memberikan dampak domino yang sangat positif bagi perekonomian daerah, terutama dalam memperluas penyerapan tenaga kerja.
"Kenapa penting kepada sektor produksi? Berarti penciptaan lapangan pekerjaannya jauh lebih besar," turur Riza.
Selain membuka lapangan kerja baru, Riza menambahkan bahwa suntikan modal ke sektor produktif mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi bagi para pengusaha mikro dibandingkan sektor non-produksi.
Langkah ini secara otomatis juga memperkuat potensi unggulan daerah Jember yang selama ini bertumpu pada sektor pertanian.
Baca Juga: Taspen Life Bukukan Laba Bersih Rp40,57 Miliar pada 2025, RBC Tercatat 381,53 Persen
Di sisi lain, tingginya penyerapan KUR produktif di Jember dinilai sangat selaras dengan agenda strategis pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
"Ini mendukung sektor unggulan daerah, dan sekaligus mendukung program prioritas presiden dalam hal ini adalah swasembada pangan," tegasnya.
Atas capaian ini, Kementerian UMKM menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Gus Fawait yang dinilai sangat aktif memfasilitasi pemberdayaan usaha rakyat.
Pihaknya pun berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun agar target pembangunan ekonomi di Jawa Timur dapat tercapai secara maksimal. ***



