POJOKSATU.id, JEMBER – Ternyata urusan memanen kopi bukan cuma soal memetik buah dari pohonnya. Salah metode panen, petani bisa merugi jutaan rupiah. 

Fakta pahit ini dibongkar oleh Direktur Produksi, Pemasaran, dan Pengembangan PP Kahyangan Jember, Nyoman Aribowo.

Nyoman memberikan gambaran nyata betapa jomplangnya harga kopi berkualitas unggul dibandingkan dengan kopi yang dipanen secara asal-asalan oleh sebagian petani tradisional. 

Baca Juga: Pertamina Perkuat Kepedulian Sosial, 500 Warga Terima Bantuan Seragam Sekolah dan Sembako

Kuncinya ada di satu metode bernama “Petik Merah”.

Di kebun kopi yang terletak di kawasan Gunung Pasang milik PP Kahyangan, budaya memetik hanya biji kopi yang benar-benar merah matang telah menjadi harga mati. 

Hasilnya? Harga jual green bean mereka bisa meroket tajam.

Baca Juga: Memahami Makna Filosofis dan Etika di Balik Logo HUT ke-81 Republik Indonesia

"Kualitas tertinggi karena kita memang kulturnya petik merah. Nah, di petik merah ini kalau harga green bean-nya bisa sampai Rp70-an ribu," ungkap Nyoman, Selasa (7/7/2026).

Nyoman juga menjelas jika nasib biji kopi yang dipanen secara acak (campuran biji hijau, kuning, dan merah) lantaran buru-buru ingin diuangkan, harganya malah anjlok dan bikin nyesek.

"Nah kalau di level petani yang asal acak, ya panen asal itu harganya di Rp55 (ribu)," imbuhnya. 

Baca Juga: Fredik Rysa Samuel Ternyata Pernah Aniaya Pengendara Lain Selain Kasus di Jalan Jagakarsa

Selisih Rp15.000 per kilogram ini tentu bukan angka yang kecil jika dikalikan dalam skala ton.

Demi menggenjot kualitas dan kuantitas panen ini, manajemen PP Kahyangan bahkan harus merombak pola tanamnya. 

Sistem tumpang sari antara karet dan kopi yang dulu diandalkan, kini mulai diganti menjadi monokultur khusus kopi di area seluas 500 hektar.

Mereka juga menerapkan prinsip kerja baru yang wajib dipatuhi seluruh pekerja kebun. 

Targetnya ambisius yakni bisa tembus 100 ton kopi di tahun 2026 dari lima kebun yang ada, termasuk Gunung Pasang dan Sumber Baru.

Baca Juga: Tukang Sablon Wajib Tahu! Jangan Lakukan 6 Hal Ini pada Logo Resmi HUT RI Bulan Depan!

"Prinsipnya FSB: Fokus, Serius, Bener. Perawatannya itu kita harus fokus betul, serius, dan benar," pungkas Nyoman. ***