POJOKSATU.ID – Gubernur Jambi Al Haris menghadiri kegiatan penguatan sinergi BKKBN bersama mitra kerja yang dirangkaikan dengan pelepasan Putut Riyatno yang memasuki masa purna tugas.
Acara berlangsung di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi pada Kamis, 30 April 2026, dengan dihadiri jajaran pejabat pemerintah daerah dan mitra kerja.
Dalam sambutannya, Al Haris menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Putut Riyatno selama memimpin BKKBN Provinsi Jambi.
Baca Juga: Strategi Paylater Detox: Cara Bersih Utang Digital untuk Ajukan KPR 2026
Ia menilai pengabdian tersebut telah memberikan dampak nyata dalam pembangunan keluarga dan program kependudukan di daerah.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Jambi, kami menyampaikan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan,” ujarnya.
Al Haris menyoroti capaian BKKBN Jambi yang sempat meraih peringkat dua nasional dalam penurunan angka stunting.
Baca Juga: Belum Bertemu Saksi Pelapor, LPSK Akui akan Telaah Keamanan Pelapor Kasus Daycare Aresha
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan sinergi antara pemerintah daerah dan BKKBN.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan angka stunting yang terjadi harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Al Haris juga memberikan pesan kepada aparatur sipil negara (ASN) mengenai pentingnya proses dalam perjalanan karier.
Ia menegaskan bahwa penempatan di wilayah terpencil merupakan bagian dari pembentukan pengalaman dan integritas.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga.
Putut Riyatno menyampaikan sejumlah capaian selama masa kepemimpinannya, di antaranya angka kelahiran total (TFR) mencapai 2,24 atau melampaui target.
Penggunaan kontrasepsi modern juga mencapai 69,4 persen, serta Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) sebesar 69,2 persen.
Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting juga mencatat capaian hingga 185 persen dari target yang ditetapkan.
Baca Juga: 12 Rekomendasi Rumah Komersil Terbaik di Indonesia, Cocok untuk Investasi 2026
Meski mencatat berbagai capaian, Putut mengakui masih terdapat tantangan, khususnya dalam penanganan stunting dan pemenuhan gizi bagi kelompok rentan.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf serta komitmennya untuk tetap berkontribusi bagi pembangunan daerah meski telah memasuki masa pensiun.***
