POJOKSATU.id, BEIJING-- Gedung Putih mengungkap isi pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.
Menurut Gedung Putih, kedua negara sepakat Selat Hormuz harus tetap terbuka. Gedung Putih juga menyebut pertemuan kedua pemimpin berlangsung baik.
"Kedua pihak sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung arus energi yang bebas," kata Gedung Putih dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Kamis (14/5/2026).
Diklaim Gedung Putih dalam pernyataannya bahwa Xi menyatakan minat untuk membeli lebih banyak minyak Amerika, untuk mengurangi ketergantungan China pada Selat Hormuz di masa mendatang.
Baca Juga: Jadi Rebutan AS dan Iran, Ternyata Ini 7 Kegunaan Uranium yang Jarang Diketahui Banyak Orang
Gedung Putih, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa Trump dan Xi melakukan pertemuan yang baik di Beijing.
"Presiden Trump mengadakan pertemuan yang baik dengan Presiden Xi dari China. Kedua pihak membahas cara-cara untuk meningkatkan kerja sama ekonomi," sebut Gedung Putih, Jumat (15/5).
Pernyataan Gedung Putih tidak menyebutkan diskusi tentang Taiwan, yang menjadi isu sensitif dalam hubungan AS-China.
Media pemerintah China sebelumnya melaporkan bahwa Xi memperingatkan Trump soal konflik dapat terjadi antara Beijing dan Washington, jika masalah Taiwan tidak ditangani secara tepat.
Baca Juga: Iran Ancam Buat Senjata Nuklir Jika Kembali Diserang AS, Bisa Perkaya Uranium Kemurnian 90 Persen
"Masalah Taiwan merupakan isu terpenting dalam hubungan China-AS," kata Xi dalam pertemuan dengan Trump di Beijing, seperti dikutip stasiun televisi pemerintah CCTV dan dilansir AFP, Kamis (14/5/2026).
"Jika ditangani dengan tidak tepat, kedua negara dapat berbenturan atau bahkan berkonflik, mendorong seluruh hubungan China-AS ke dalam situasi yang sangat berbahaya," ucap Xi memperingatkan Trump.
Berbeda Pernyataan China
Namun, pernyataan resmi Beijing tentang pertemuan kedua pemimpin tidak menyebut minat soal Selat Hormuz.
Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataannya hanya menyebut bahwa Xi dan Trump membahas perang di Timur Tengah, konflik Ukraina, dan isu-isu Semenanjung Korea ketika bertemu di Beijing.
"Kedua kepala negara saling bertukar pandangan tentang isu-isu internasional dan regional utama, termasuk situasi di Timur Tengah, krisis Ukraina, dan Semenanjung Korea," sebut Kementerian Luar Negeri China.
Pertemuan kedua pemimpin digelar di Aula Besar Rakyat di Beijing saat Trump melakukan kunjungan kenegaraan yang sempat tertunda. Ini menjadi kunjungan pertama dari seorang Presiden AS ke China dalam satu dekade terakhir.
Xi menyambut Trump dengan karpet merah dan seremoni penyambutan megah pada Kamis (14/5) pagi. Dengan diawali jabat tangan, keduanya menggelar pertemuan setelah seremoni penyambutan digelar.***

