POJOKSATU.id,-- Gedung Putih Amerika Serikat (AS) ditutup sementara atau lockdown setelah terjadi penembakan di dekatnya pada Senin (4/5/2026) waktu setempat.

Insiden penembakan terjadi di dekat National Mall, pusat Ibu Kota Washington DC, yang dilakukan oleh seorang pria bersenjata sesaat setelah konvoi kendaraan Wapres JD Vance melintas.

Sebelumnya, penembakan juga terjadi saat Presiden Trump menggelar makan malam bersama wartawan koresponden Istana di sebuah hotel di Washington, Sabtu malam (25/4) waktu setempat.

Tersangka penembakan di National Mall ini langsung dilumpuhkan oleh agen Secret Service.

Baca Juga: Pejabat PBB Ungkap 8.000 Jenazah Diyakini Masih Tertimbun di Gaza, Butuh 7 Tahun Membersihkan

Wakil Direktur Secret Service Matthew Quinn menjelaskan, insiden bermula ketika Secret Service mengidentifikasi adanya individu mencurigakan yang tampak membawa senjata api.

"Pria itu kabur dengan kaki setelah didekati petugas, mengeluarkan senjatanya dan melepaskan tembakan," ujar Quinn kepada wartawan, dikutip dari AFP.

Menanggapi ancaman tersebut, agen Secret Service membalas tembakan dan melukai tersangka.

Pria tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit, tetapi kondisi pastinya belum diketahui.

Baca Juga: Kemenag Siapkan Pendampingan Psikologis Korban Kasus Ponpes Pati, Tegaskan Tak Ada Toleransi

Selain tersangka, Quinn melaporkan adanya satu saksi mata berusia remaja yang mengalami luka ringan.

Meskipun terjadi tak lama setelah rombongan Wapres AS melintas, Quinn menyatakan, kecil kemungkinan JD Vance menjadi target utama dalam insiden ini.

Ia juga belum bisa memastikan apakah kejadian ini berkaitan dengan percobaan pembunuhan yang menimpa Presiden AS Donald Trump baru-baru ini.

"Saya tidak bisa menebaknya," ucap Quinn.

"Apakah itu ditujukan kepada presiden atau tidak, saya tidak tahu, tetapi kita akan mengetahuinya," katanya lagi.

Sekitar seminggu sebelumnya, pria bernama Tomas Cole Allen (31) ditangkap karena mencoba menerobos pengamanan di hotel Washington saat Trump menghadiri sebuah acara di sana.

Tomas Allen kini telah didakwa atas tuduhan upaya pembunuhan terhadap presiden.