POJOKSATU.id,-- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump marah-marah kepada media di Amerika yang memberitakan detail jatuhnya pesawat atau jet tempur F-15E di wilayah Iran.
Trump bahkan bersumpah akan memenjarakan jurnalis atau pihak media yang memberitakan mengenai detail jatuhnya jet tempur F-15E di Iran pada Jumat (3/4).
Menurutnya, pemerintah akan mengambil tindakan terhadap sebuah media yang tidak disebutkan namanya yang menyebarkan informasi tersebut.
"Pemerintah sedang berupaya keras untuk menemukan si pembocor informasi," ujarnya, dikutip dari New York Times, Selasa (6/4/2026).
Baca Juga: Iran Pasang Syarat Keras, Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Jika Kerugian Perang Belum Diganti Sepenuhnya
Untuk mengungkap sumber informasi tersebut, pemerintah akan menghubungi media berita yang telah menerbitkannya.
“Kita akan mendatangi perusahaan media yang merilisnya dan kita akan mengatakan, 'Demi keamanan nasional, serahkan atau masuk penjara.' Kita akan tahu siapa dan Anda tahu siapa, yang kita bicarakan,” kata Trump.
Gedung Putih tidak menanggapi pertanyaan tentang media berita mana yang dimaksud oleh Trump dan hanya mengatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.
Beberapa media berita melaporkan tentang jatuhnya jet tempur dan upaya penyelamatan, termasuk media Israel N12, Axios, The Washington Post , The New York Times, dan Reuters.
Diketahui, hilangnya salah satu pilot itu memicu adu cepat AS dan Iran dalam proses pencarian selama dua hari.
Pemberitaan dianggap bahayakan pilot yang hilang. Trump mengatakan, pemberitaan tersebut telah membahayakan keselamatan pilot yang sempat hilang di wilayah musuh.
Ancaman untuk memenjarakan seorang reporter karena praktik jurnalistik umum melindungi sumber adalah eskalasi lain dalam kampanye panjang Trump melawan media berita AS.
Dalam beberapa tahun terakhir, dia telah menggugat perusahaan berita besar dan mendukung ancaman Brendan Carr, ketua Komisi Komunikasi Federal untuk mencabut izin penyiaran dari media karena liputan mereka tentang perang di Iran.***

