POJOKSATU.id,-- Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta Militer Iran untuk menghentikan serangan ke negara-negara tetangga mereka di Timur Tengah.

Macron juga meminta Iran ikut serta menjaga infrastruktur energi dan sipil di Timur Tengah serta memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Macron juga mendesak Negara Iran untuk terlibat dalam negosiasi dengan itikad baik.

"Saya kembali berbicara tentang perlunya menghentikan serangan yang tidak dapat diterima ini terhadap negara-negara di kawasan tersebut, untuk menjaga infrastruktur energi dan sipil, dan untuk memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz," tulis Macron dalam sebuah unggahan di media sosial X, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga: Sosok Ketua Parlemen Iran Sebut AS Buat Berita Palsu Demi Manipulasi Pasar Finansial dan Minyak

"Saya meminta Iran untuk terlibat dengan itikad baik dalam negosiasi untuk membuka jalan bagi de-eskalasi, dan menyediakan kerangka kerja yang akan memenuhi harapan komunitas internasional dalam hal program nuklir dan balistik Iran dan aktivitas destabilisasi regionalnya," kata Macron.

Serangan Rudal ke Israel

Rentetan serangan rudal terbaru Teheran seperti dilansir AFP, Rabu (25/3/2026), diumumkan oleh televisi pemerintah Iran, IRIB.

Garda Revolusi Iran, dalam pernyataan yang dilaporkan IRIB, telah menembakkan rentetan rudal terhadap target-target di Israel.

Baca Juga: China dan Rusia Bersuara Keras Usai Donald Trump Mau Bom Pembangkit Listrik Iran

Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa pangkalan militer AS di kawasan tersebut telah dihantam oleh sistem rudal berpemandu presisi berbahan bakar cair dan padat, serta rentetan drone serbu.

Teheran terus melancarkan serangan pembalasan terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Serangan rudal Iran juga dilancarkan menargetkan pangkalan-pangkalan militer yang menampung pasukan Amerika Serikat (AS) di sejumlah negara Teluk, seperti Kuwait, Yordania dan Bahrain.***