POJOKSATU.id, JAKARTA— Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut Amerika Serikat (AS) sengaja membuat berita palsu demi memanipulasi pasar finansial dan minyak.
Iran juga membantah melakukan perundingan dengan Amerika Serikat (AS) dan menyebut kabar tersebut sebagai berita palsu.
“Tidak ada negosiasi yang berjalan dengan Amerika Serikat. Laporan berita palsu tersebut dimaksudkan untuk memanipulasi pasar finansial dan minyak serta untuk melarikan diri dari kekacauan yang menjebak AS dan Israel,” kata Ghalibaf melalui laman X seperti dilihat Selasa (24/3).
Baca Juga: Eks Menag Gus Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK Usai Sempat Berlebaran di Rumah
Ghalibaf menyatakan bahwa rakyat Iran menuntut hukuman yang penuh dan menimbulkan penyesalan bagi AS dan Israel.
Menurut Ghalibaf, semua pejabat berdiri teguh mendukung pemimpin negara dan masyarakat hingga tujuan perang tercapai.
Peran kunci di tengah konflik Iran-AS Di tengah konflik yang memanas sejak akhir Februari, Ghalibaf disebut memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan strategis Iran.
Sejumlah pejabat Iran menyebut ia ikut mengisi kekosongan kepemimpinan setelah tokoh-tokoh penting tewas dalam serangan militer.
Baca Juga: Antisipasi Kepadatan Arus Balik, Polres Karawang Terapkan Rekayasa di Titik Krusial
Selain itu, ia juga dipandang sebagai figur yang berpotensi menjembatani aparat keamanan garis keras Iran dengan pendekatan negosiasi yang diinginkan AS.
Namun, retorika kerasnya terhadap Barat tetap terlihat. Dalam sebuah pernyataan terbaru, ia menyebut bahwa tidak hanya pangkalan militer, tetapi juga entitas finansial yang mendanai militer AS dapat menjadi target sah.
Sosok Mohammad Bhager
Ketua Parlemen Iran (Majlis) saat ini adalah Mohammad Bagher Ghalibaf yang menjabat sejak Mei 2020.
Dia adalah politisi konservatif dan mantan jenderal Garda Revolusi Iran (IRGC) yang dikenal berhaluan keras serta sering bersikap kritis terhadap Amerika Serikat.
Mohammad Bagher Ghalibaf merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam politik Iran saat ini.
Lahir pada 1961, ia memulai kariernya di Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sejak awal berdirinya pada 1980.
Selama perang Iran-Irak, ia naik cepat dalam struktur militer dan menjadi salah satu komandan penting.
Ia kemudian menjabat sebagai Komandan Angkatan Udara IRGC, sebelum ditunjuk oleh Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei sebagai Kepala Kepolisian Iran.
Dalam karier sipil, Ghalibaf pernah menjabat sebagai Wali Kota Teheran selama bertahun-tahun dan kini menjadi Ketua Parlemen Iran sejak 2020.
Ia juga beberapa kali mencalonkan diri sebagai presiden, meski selalu gagal memenangkan pemilu.
Sebelumnya, Donald Trump Presiden AS mengatakan bahwa dirinya telah memerintahkan penundaan semua serangan terhadap infrastruktur pembangkit listrik dan energi selama lima hari ke depan.***

