POJOKSATU.ID – Pemimpin tertinggi Iran yang baru dilantik, Mojtaba Khamenei, menyampaikan pernyataan publik perdananya yang langsung menarik perhatian dunia internasional.
Dalam pidato yang disiarkan melalui televisi pemerintah Iran dan dikutip kantor berita AFP, ia menegaskan sikap tegas terhadap pihak yang dianggap menyerang Iran, khususnya Israel dan Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan berhenti menuntut balasan atas berbagai serangan yang menurutnya telah merugikan negara tersebut.
Ia menyebut bahwa langkah pembalasan yang telah dilakukan sejauh ini baru memberikan hasil terbatas.
Menurutnya, upaya balas dendam tersebut akan tetap menjadi prioritas hingga tujuan Iran benar-benar tercapai.
“Pembalasan dendam telah berhasil secara terbatas dan memberikan hasil tertentu. Namun sampai tujuan itu benar-benar terwujud sepenuhnya, hal tersebut akan tetap menjadi prioritas kami,” ujar Mojtaba Khamenei seperti dilaporkan AFP.
Ia juga menegaskan bahwa Iran siap menuntut kompensasi dari pihak yang dianggap sebagai musuh.
Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, Iran mengancam akan mengambil atau bahkan menghancurkan aset milik pihak lawan sebagai bentuk balasan yang sepadan.
Selain menyinggung soal pembalasan, Mojtaba Khamenei juga menyoroti langkah strategis Iran dalam menutup Selat Hormuz.
Baca Juga: Outfit Lebaran 2026 untuk Paksu Tercinta: 5 Inspirasi Gaya Pria yang Rapi, Nyaman dan Stylish
Jalur pelayaran yang sangat penting bagi perdagangan minyak dunia itu disebut sebagai salah satu keunggulan yang dimiliki Iran dalam menghadapi tekanan internasional.
Menurutnya, strategi penutupan Selat Hormuz harus terus dipertahankan sebagai bagian dari kekuatan geopolitik Iran.
Dalam pidatonya, Mojtaba Khamenei juga mengakui bahwa jabatan sebagai pemimpin tertinggi Iran bukanlah tanggung jawab yang ringan.
Ia menyebut posisi tersebut sebelumnya dipegang oleh tokoh besar dalam sejarah Iran, yakni Imam Besar Ruhollah Khomeini dan Ali Khamenei.
Di sisi lain, ia turut menyinggung keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara yang berbatasan dengan Iran.
Mojtaba Khamenei mengatakan bahwa Iran memiliki sekitar 15 negara tetangga dan selama ini berupaya menjaga hubungan baik dengan mereka.
Namun ia menilai alasan Amerika Serikat membangun pangkalan militer di kawasan tersebut dengan dalih menjaga perdamaian tidak lebih dari sebuah kebohongan.
Ia pun mengingatkan negara-negara tetangga Iran agar menentukan sikap mereka, terutama terkait keberadaan pangkalan militer asing yang dinilai dapat mengancam keamanan Iran.***

