POJOKSATU.ID- Sebanyak delapan orang tewas akibat ledakan di dekat stasiun kereta bawah tanah benteng Red Fort, obyek wisata di New Delhi.
Sebelumnya, laporan media setempat NDTV, mengutip pihak kepolisian, menyatakan bahwa 5 orang tewas dan 11 lainnya terluka akibat ledakan besar tersebut.
Berdasarkan kutipan, ledakan itu terjadi di dekat pintu masuk nomor 1 stasiun kereta bawah tanah Red Fort di Delhi pada pukul 18:55 waktu setempat (21:25 WIB, Senin 10/110).
Ledakan tersebut menyebabkan empat kendaraan di dekat pusat ledakan terbakar dan rusak.
Baca Juga: Momentum Hari Pahlawan, 798 PPPK Paruh Waktu Boltim Terima SK Langsung dari Bupati Oskar Manoppo
Sekitar 15 mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian dan pihak kepolisian menutup lalu lintas di titik tersebut.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Amit Shah mengaku telah mengamankan satu individu terkait peristiwa ini, demikian laporan News18.
"Dalam 10 menit setelah menerima informasi terkait ledakan tersebut, tim dari Direktorat Pengendalian Kejahatan dan Khusus Delhi tiba di lokasi kejadian.
Garda nasional dan dinas intelijen telah memulai penyelidikan menyeluruh. Instruksi telah diberikan untuk memeriksa semua kamera pengawas," kata dia seperti dikutip.
Baca Juga: Di Tengah PAD Rendah, Wali Kota Tidore Tetapkan Gaji PPPK Paruh Waktu Rp1,5 Juta per Bulan
Saksi mata menuturkan kepada RIA Novosti bahwa ledakan tersebut memecahkan jendela di sejumlah rumah di dekat lokasi kejadian
Lebih lanjut, Perdana Menteri Narendra Modi menyatakan bahwa ia telah berkoordinasi dengan menteri dalam negeri dan pejabat lain. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban.
"Kami berbelasungkawa kepada mereka yang kehilangan orang yang mereka cintai dalam ledakan di Delhi sore hari ini. Semoga korban luka bisa segera pulih. Mereka yang terdampak telah dibantu oleh pihak berwenang," kata Modi di media sosial X.
Ia juga memastikan bahwa pihaknya terus mengamati perkembangan situasi bersama Mendagri Amit Shah dan pejabat lainnya.***
