POJOKSATU.id — Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 resmi dibuka pada Senin (22/9/2025) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.
Sidang tahun ini mengusung tema “Better together: 80 years and more for peace, development and human rights” dan akan berlangsung hingga 30 September 2025.
Dalam agenda tersebut, Majelis Umum PBB juga menggelar Debat Umum pada 23-27 dan 29 September 2025 yang dipimpin langsung oleh Annalena Baerbock.
Forum ini menjadi panggung bagi para pemimpin dunia untuk menyampaikan posisi serta prioritas mereka dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks.
Baca Juga: Ada Nicholas Saputra! Berikut 5 Film Indonesia yang Rilis di Bioskop di Bulan Oktober 2025
Menariknya, Sidang Majelis Umum PBB ke-80 menjadi momentum bagi sejumlah negara untuk menyatakan pengakuan resmi atas kedaulatan Palestina sebagai sebuah negara.
Inggris menjadi salah satu negara pertama yang mengumumkan langkah bersejarah itu pada Minggu (21/9/2025), disusul Portugal di hari yang sama.
Masih pada 21 September, Kanada melalui Perdana Menteri Mark Carney menyatakan pengakuan serupa yang kemudian diikuti oleh Australia.
Gelombang pengakuan berlanjut pada Senin (22/9/2025).
Malta lewat Perdana Menteri Robert Abela menegaskan kebanggaannya mengakui Palestina, seraya menekankan pentingnya kehidupan berdampingan dengan Israel.
Baca Juga: Sambut PLH Lurah, LPM Plawad Optimis Pelayanan Warga Lebih Baik
Monako juga mengumumkan pengakuan lewat Pangeran Albert II dengan syarat Hamas dilucuti dan penyanderaan diselesaikan.
Luksemburg menyebut langkah ini sebagai awal dari “komitmen baru pada harapan”, sementara Belgia menegaskan pengakuan ini adalah sinyal diplomatik kuat meski pengakuan hukum penuh masih menunggu kondisi tertentu.
Tak ketinggalan, Prancis turut resmi mengumumkan pengakuan Palestina dalam KTT solusi dua negara yang digelar di Majelis Umum PBB.
Keputusan Prancis memperkuat dorongan diplomasi Eropa di tengah konflik berkepanjangan di Gaza.
Gelombang dukungan ini menambah bobot politik dan diplomatik di Sidang Umum PBB, sekaligus memperkuat harapan akan jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah.***
Silakan beri tanggapan di kolom komentar dan bantu sebar informasi ini.
Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami (buat link hidup):
Versi Android
Versi iOS
Channel WhatsApp
Fanpage Edugov
Baca artikel menarik lainnya dari penulis: Salsabila Azahra

