POJOKSATU.id, JAKARTA—Jumlah korban gempa magnitudo 7,7 SR yang melanda Myanmar dan Thailand terus bertambah hingga Jumat malam (28/3).
Update terbaru jumlah korban, setidaknya 153 orang meninggal di dua negara bertetangga itu.
Sebanyak 144 orang meninggal di Negara Myanmar sesuai laporan Junta Militer, sementara sebanyak 9 orang meninggal di Bangkok, Thailand.
Pemimpin Junta Militer Myanmar, Min Aung Hlaing, menyebutkan, jumlah korban tewas akibat gempa bumi di Myanmar, Jumat, bertambah jadi 144 sementara sedikitnya 732 orang terluka.
“Peningkatan jumlah kematian dan jumlah korban luka diperkirakan masih akan terjadi. Bangunan-bangun runtuh di banyak tempat, jadi kami masih melakukan operasi penyelamatan di gedung-gedung ini,” kata Min Aung Hlaing dalam pidatonya kepada rakyat Myanmar, Jumat (28/3).
Baca Juga: Ridwan Kamil Belum Tersangka Kasus Bank BJB, Setelah Lebaran akan Diperiksa KPK Sebagai Saksi
Dia menambahkan, Myanmar akan berterima kasih atas bantuan dari negara mana pun menyusul dampak gempa kuat yang melanda negara ini.
Korban Meninggal di Bangkok
Setidaknya sembilan orang tewas di Bangkok, Thailand, akibat gempa bumi pada Jumat (28/3).
Wakil Gubernur Bangkok Tavida Kamolvej mengonfirmasi jumlah itu dan memperkirakan terus bertambah.
Tavida Kamolvej, seperti diberitakan Reuters, mengungkapkan delapan orang tewas ketika bangunan yang sedang dibangun runtuh, sedangkan satu orang kesembilan tewas di lokasi yang berbeda.
Baca Juga: Petasan yang Dirakit Meledak, Sebuah Rumah di Kediri Rusak Berat, 2 Perakit Luka Parah
Sementara itu, AFP memberitakan sekitar 100 petugas penyelamat masih berkumpul di tempat kejadian untuk mencari korban selamat pada Jumat malam.
Berpusat di Sagaing Myanmar
Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Myanmar bagian tengah pada Jumat. Getaran gempa juga terasa hingga ke negara tetangga Thailand dan China.
Menurut laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), terjadi gempa susulan berkekuatan 6,4 magnitudo setelah 12 menit gempa pertama.
Baca Juga: Update Korban Gempa Myanmar Thailand, 26 Tewas 90 Orang Hilang di Dua Negara Bertetangga
Gempa itu terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer, dengan guncangan kuat di dekat Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar.
Di wilayah Sagaing tempat dimana lokasi pusat gempat terjadi, menyebabkan runtuhnya jembatan berusia 90 tahun serta merusak sebagian jalan raya Mandalay-Yangon.
Ibu kota Naypyidaw juga terdampak, dengan beberapa bangunan dan tempat ibadah mengalami kerusakan berat.
PBB Ikut Bersuara
Di PBB, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mengatakan badan dunia tersebut sedang melakukan mobilisasi untuk menanggapi permohonan bantuan internasional dari Myanmar.
Namun seiring beredarnya gambar jalan yang rusak dan retak, jembatan yang runtuh, dan bendungan yang jebol, muncul kekhawatiran tentang bagaimana tim penyelamat bisa menjangkau beberapa daerah di negara yang sudah mengalami krisis kemanusiaan.
“Kami khawatir mungkin perlu waktu berminggu-minggu sebelum kami memahami sepenuhnya kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi ini,” kata Mohammed Riyas, direktur Komite Penyelamatan Internasional di Myanmar.***

