POJOKSATU.id, JAKARTA-- Presiden AS, Donald Trump, menyetujui pengiriman bom seberat 2.000 pon ke Israel. Bom ganas ini dapat merobek beton dan logam tebal dan menciptakan radius ledakan luas.

Trump mencabut penangguhan pengiriman yang diberlakukan oleh mantan Presiden AS Joe Biden. Pengiriman bom itu akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

Menlu Israel Gideon Saar sampai memuji keputusan Presiden AS Donald Trump tersebut melalui laman X atau Twitter.

"Kami merilisnya. Kami merilisnya hari ini. Dan mereka akan menerimanya. Mereka telah membayarnya dan telah menunggunya untuk waktu yang lama. Bom-bom itu telah disimpan," kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One, dilansir Reuters, Minggu (26/1/2025).

Baca Juga: Dugaan Korupsi Dana CSR BI, KPK Didesak Periksa Seluruh DPR Komisi XI dan Gubernur Perry Warjiyo

Ketika ditanya mengapa ia melepaskan bom yang kuat itu ke Israel, Trump menjawab, "Karena mereka membelinya."

Reuters melaporkan tahun lalu pemerintahan Biden telah mengirim ribuan bom seberat 2.000 pon ke Israel setelah serangan 7 Oktober 2023 oleh Hamas Palestina dari Gaza.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar memuji keputusan Presiden AS, Donald Trump yang mencabut penangguhan pengiriman pasokan bom seberat 2.000 pon ke Israel.

Baca Juga: Instruksi Untuk Kepala Sekolah SEMUA JENJANG, Sekolah DILARANG MENAHAN IJAZAH, Cek Persekjen No 1 Tahun 2022, Bisa Masuk MALADMINISTRASI

Saar mengucapkan terimakasih ke Trump atas keputusan itu.

"Terima kasih, Presiden Trump, atas kepemimpinan lainnya dengan merilis pengiriman pertahanan penting ke Israel," kata Saar di X, dilansir AFP, Minggu (26/1/2025).

Dia menambahkan kawasan tersebut akan lebih aman ketika ‘Israel memiliki apa yang dibutuhkannya untuk mempertahankan diri’.***