POJOKSATU.id — Belum genap seminggu sejak gencatan senjata antara Israel dan Palestina diberlakukan, pasukan Pendudukan Israel (IDF) dilaporkan langgar kesepakatan gencatan senjata.

Pada Rabu (22/1/2025), kapal perang Israel yang merupakan bagian dari pasukan IDF, melepaskan tembakan ke arah Pantai Kota Gaza.

Penembakan tersebut terjadi bersamaan dengan masuknya truk-truk bantuan ke wilayah Gaza.

Tak terhindarkan, insiden tersebut kembali memicu ketegangan di Jalur Gaza.

Penembakan Saat Bantuan Kemanusiaan

"Penembakan ini terjadi pada saat truk bantuan terus memasuki Jalur Gaza, ketika PBB melaporkan bahwa lebih dari 2.400 truk berisi bantuan kemanusiaan telah memasuki Jalur Gaza sejak perjanjian tersebut mulai berlaku," demikian laporan yang dikutip dari Khaberni, Rabu.

Baca Juga: Astagfirullah, Israel Masih Saja Bombardir Gaza Usai Kesepakatan Gencatan Senjata Diumumkan, Bukan Mengutuk, Pihak AS Malah Berikan Sikap Pembenaran

Di hari yang sama, pelanggaran serupa juga dilaporkan terjadi di kawasan lain.

Pasukan pendudukan Israel menembakkan peluru ke wilayah poros Salah al-Din, yang juga dikenal sebagai Poros Philadelphia di selatan Jalur Gaza.

Kantor Berita Palestina, Wafa, melaporkan kapal angkatan laut pendudukan Israel menembakkan tiga peluru di lepas pantai Kota Gaza.

Kendaraan militer pendudukan Israel juga melepaskan tembakan di sekitar kawasan Al-Firdous di poros Salah al-Din 'Philadelphia', di selatan Kegubernuran Rafah.

Baca Juga: Netanyahu MENUDUH Hamas INGKARI Kesepakatan Gencatan Senjata, Menteri Smotrich TOLAK PERJANJIAN, Gaza Mencekam, 30 WARGA TEWAS dalam Serangan Udara

Tank Israel Lakukan Tembakan

Sebelumnya, pada Selasa (21/1/2025), seorang nelayan Palestina terluka akibat tembakan Israel di lepas pantai Kota Gaza. Serangan drone di dalam kota juga melukai seorang warga sipil.

Pasukan pendudukan Israel juga terus melanggar perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza yang secara langsung menargetkan warga Palestina.

Akibatnya, beberapa warga Palestina menjadi syahid, sementara yang lainnya mengalami luka-luka dalam tiga hari terakhir.

Baca Juga: Kesepakatan Gencatan Senjata Baru MAU DIMULAI, Israel Masih Serang Jalur Gaza, Tujuh Orang Tewas, Garis Keras Koalisi Netanyahu Masih Menentang

Tidak berhenti di situ, tank-tank Israel dilaporkan melepaskan tembakan ke area dekat persimpangan Karem Abu Salem di Gaza selatan pada Rabu (23/1/2025).

Serangan ini terjadi meskipun kesepakatan penghentian sementara pertempuran dengan Hamas telah diberlakukan sejak Minggu (19/1/2025).

Menurut laporan Al Jazeera Arabic, tembakan artileri Israel juga mengguncang wilayah timur kota Rafah, di dekat jalur utama pengiriman bantuan ke Gaza, yang dikenal sebagai Kerem Shalom oleh Israel.

Serangan di Jenin

Ketegangan tidak hanya terjadi di Jalur Gaza. Di Tepi Barat, Brigade Jenin, bagian dari sayap militer Palestine Islamic Jihad (PIJ), melaporkan perlawanan sengit terhadap pasukan pendudukan Israel.

Konfrontasi ini dipicu oleh operasi militer Israel bertajuk 'Operasi Tembok Besi', yang diklaim untuk “memperkuat keamanan di Tepi Barat.”

Baca Juga: INILAH Isi Kesepakatan GENCATAN SENJATA Israel Hamas, Ada Tiga Fase DIBERLAKUKAN, Semua Tuntutan Hamas DIPENUHI, Rekonstruksi Gaza Jadi Ujian Besar

Dalam operasi tersebut, Hamas mengonfirmasi kematian dua anggota Hamas dari Brigade Qassam, Qutaiba al-Shalabi dan Mohammed Nazal, dalam bentrokan di Kota Burqin, Provinsi Jenin.

"Kedua pelaku operasi heroik Funduq tewas kemarin malam setelah terlibat dalam bentrokan hebat dengan pasukan musuh [Israel] yang mengepung mereka di sebuah rumah di kota Burqin," tulis Brigade Qassam melalui Telegram pada Rabu (23/1/2025).

Jenazah kedua anggota Hamas tersebut hingga kini masih ditahan oleh Israel.

Berdasarkan laporan kantor berita Wafa, jumlah korban dalam operasi militer Israel di Jenin sejak Selasa mengakibatkan 12 warga tewas. ***