POJOKSATU.id, JAKARTA— Amerika Serikat langsung bereaksi usai Iran meluncurkan seranga terbaru hampir 200 rudal balistik ke Israel atau Tel Aviv.
Presiden Joe Biden telah memerintahkan militer Amerika Serikat (AS) untuk menembak jatuh ratusan rudal balistik yang diluncurkan Iran ke wilayah Israel.
Menurut laporan Gedung Putih pada Selasa malam (1/10), Presiden Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris terus memantau serangan Iran terhadap Israel dari Ruang Situasi Gedung Putih.
Dan menerima pembaruan rutin dari tim keamanan nasional mereka.
Baca Juga: Iran Serang Israel Terbaru, Korps Garda Revolusi Islam Klaim Sukses 90 Persen
Dikatakan bahwa Biden telah mengeluarkan perintah agar militer AS yang ditempatkan di Timur Tengah bisa membantu melindungi Israel dari hantaman rudal Iran.
"Presiden Biden memerintahkan militer AS untuk membantu pertahanan Israel terhadap serangan Iran dan menembak jatuh rudal yang menargetkan Israel," bunyi pernyataan Gedung Putih, seperti dimuat Middle East Monitor.
Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa ledakan terdengar di beberapa bagian distrik, meskipun rincian lebih lanjut tidak diberikan.
Komando Front Dalam Negeri Israel mengatakan sirine berbunyi di seluruh Galilea bagian bawah dan tengah, memperingatkan adanya tembakan roket.
Baca Juga: Mengenang Perjalanan Marissa Haque, Berikut Profil dan Kariernya Jadi Artis Hingga Politikus
Sementara Radio Angkatan Darat Israel mengonfirmasi bahwa rudal Iran jatuh di area terbuka di Netanya, yang terletak di distrik Hod Hasharon yang merupakan bagian dari wilayah Tel Aviv Raya.
Sementara dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri India di Departemen Luar Negeri pada Selasa (1/10/2024) waktu di sana, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyebut bahwa serangan Iran itu tidak dapat diterima dan seluruh dunia harus mengutuknya.
Blinken pun menyebut bahwa Amerika Serikat berkomitmen untuk mendukung pertahanan Israel.
Belum diketahui apakah rudal yang ditembakkan ke Israel mengenai sasarannya dan apakah ada korban atau kerusakan di Israel akibat serangan terbaru Iran ini. ***

