POJOKSATU.id, JAKARTA—Iran melancarkan operasi militer Operasi True Promise II dengan membombardir Israel Selasa malam waktu setempat (1/10/2024).
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan pernyataan tak lama setelah serangan rudal ke Israel dimulai. Dan mereka mengklaim serangan ini berhasil 90 persen.
Surat kabar Israel Haaretz melaporkan serangan langsung terjadi di Negev, Sharon, dan lokasi lain.
Otoritas Bandara Israel mengatakan bahwa tidak ada pesawat yang diizinkan lepas landas atau tiba di semua bandara Israel.
Ledakan rudal terlihat di langit Tel Aviv dan ledakan terdengar di al-Quds yang diduduki, membuat para pemukim ilegal Israel melarikan diri ke tempat perlindungan.
Baca Juga: Mengenang Perjalanan Marissa Haque, Berikut Profil dan Kariernya Jadi Artis Hingga Politikus
Militer Iran meluncurkan puluhan rudal balistik yang menargetkan pangkalan militer dan intelijen utama di jantung wilayah pendudukan Israel.
Serangan ini menanggapi tewasnya kepala Hamas Ismail Haniyah, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, dan komandan IRGC Abbas Nilforoushan.
IRGC lebih lanjut mengatakan bahwa serangan itu sejalan dengan hak negara untuk membela diri yang sah sesuai dengan Piagam PBB dan sebagai tanggapan atas kejahatan yang dilakukan Israel di Gaza dan Lebanon.
"Rezim Zionis akan menghadapi serangan yang lebih dahsyat jika bereaksi terhadap operasi Iran," tegas IRGC dalam sebuah pernyataan seperti dimuat Kantor Berita Pemerintah Iran, Press TV.
Baca Juga: Imbas Kasus PPPK Madina 2023, Madina Care Minta Seleksi 2024 Tak Ada Pelamar Memberi Uang
"Dalam operasi ini, sejumlah pangkalan udara dan radar, serta pusat konspirasi dan perencanaan pembunuhan terhadap para pemimpin perlawanan dan komandan IRGC menjadi sasaran," ungkapnya lagi.
IRGC mencatat 90 persen rudal yang ditembakkan berhasil mengenai targetnya.
"Rezim Zionis telah ketakutan oleh intelijen dan dominasi operasional Republik Islam," tambahnya.
Diketahui, Iran dilaporkan telah meluncurkan ratusan rudal balistik ke Israel pada Selasa malam (1/10) waktu setempat.
Serangan tersebut dilakukan empat hari setelah serangan Israel di Beirut menewaskan pemimpin gerakan Hizbullah yang didukung Iran, Hassan Nasrallah.
Dikabarkan ada 400 misil diluncurkan target pangkalan militer, yang 80 persen di antaranya diklaim tepat sasaran. Iran juga mengklaim berhasil menghancurkan 20 pesawat F35 milik Israel.***

