POJOKSATU.id, DUKA mendalam masih dirasakan rekan-rekan jurnalis atas tewasnya Ismail Al-Ghoul dan juru kamera Rami Al-Rifi dalam serangan rudal Israel di Gaza, Rabu, 31 Juli 2024.
Rekan kedua jurnalis Al Jazeera itu sebagai figur yang konsiten dan tak kenal takut meliput berita di daerah Gaza setiap saat dihantui serangan zionis.
Mengerikannya Gaza, sempat diungkapkan Ismail Al-Ghoul kepada temannya.
Curahan hati Ismail diunggah akun @eye.on.palestine. Dimana, dia mengatakan sulit tidur, karena melihat mayat dan mendengar jeritan para anak-anak karena serangan zionis.
“Biarkan aku memberitahumu, temanku, bahwa aku tidak lagi tahu rasanya tidur. Mayat anak-anak dan jeritan orang-orang yang terluka serta gambaran mereka yang berlumuran darah tidak pernah hilang dari pandanganku," ungkapnya.
"Tangisan ibu-ibu dan ratapan laki-laki yang merindukan orang yang mereka cintai tidak pernah hilang dari pendengaranku," sambungnya.
Meski tegar, Ismail sejatinya rapuh dengan semua pemandangan mengerikan yang disaksikannya setiap hari.
"Aku tidak tahan lagi mendengar suara anak-anak dari bawah reruntuhan, aku juga tidak bisa melupakan energi dan kekuatan yang bergema setiap saat, berubah menjadi mimpi buruk," tuturnya.
Tidak mudah lagi baginya untuk berdiri di depan deretan peti mati yang terkunci dan memanjang.
"Atau (tidak mudah) melihat lebih banyak orang mati daripada orang hidup yang berjuang melawan kematian di bawah rumah mereka, tidak menemukan jalan keluar menuju keselamatan dan kelangsungan hidup," ungkapnya.
"Aku lelah, kawanku," tutup Ismail Al-Ghoul.
Diberitakan sebelumnya, kedua jurnalis tersebut dibunuh setelah mobil yang mereka tumpangi dihantam rudal Israel, di Jalan Aaydiyah, sebelah barat Kota Gaza.
Israel ditengarai sengaja menyasar keduanya yang sedang dalam proses peliputan di dekat rumah Pimpinan Hamas Ismail Haniyeh di Gaza yang dibunuh di Teheran, Iran, pada hari yang sama.
Kedua jurnalis itu lengkap dengan rompi Press dan tanda pengenal sedang duduk di dalam mobil mereka ketika insiden itu terjadi. Ledakan brutal itu sangat mengerikan hingga kepala Ismail terpisah dari tubuhnya. ***
