POJOKSATU.id, JAKARTA— Pejuang Palestina kelompok Hamas kembali menghujani Israel dengan ratusan rudal pada Selasa 17.00 waktu setempat atau Selasa malam (10/10/2023) sekitar pukul 21.00 WIB.
Ratusan rudal dari Hamas menghujani wilayah Asqalan yang kini diduduki pemukim Israel. Asqalan merupakan kota kelahiran perawi Hadits Nabi, Ibnu Hajar Al Asqalani.
Sebelum melepaskan ratusan rudal, Abu Ubaidah yang merupakan juru bicara dari Hamas Palestina mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan penyerangan ke Asqalan.
Wilayah Asqalan merupakan area yang telah ditempati warga Israel dan disebut oleh pihak Hamas sebagai permukiman haram karena direbut secara paksa dari Palestina.
Baca Juga: Sosok Panglima Militer Hamas 30 Tahun Dicari Israel, Terpaksa Menyamar Saat Ibunya Meninggal
“Mujahidin akan menarget Asqalan hari ini, Selasa 10 Oktober 2023, pukul 17.00 dan memperingatkan para pemukim haram Yahudi Zionis agar segera pergi,” tulis Abu Ubaidah yang tersebar di media sosial.
Dalam postingannya, Abu Ubaidah juga menyebutkan bahwa Asqalan merupakan kampung kelahiran ulama Ibnu Hajar Al-Asqalani.
Serangan di wilayah Asqalan merupakan kali pertama yang dilakukan oleh pihak Palestina sejak dikuasai oleh Israel dan dijadikan sebagai wilayah perumahan.
Akibat serangan ini, warga Asqalan berbondong-bondong melakukan evakuasi baik lewat darat maupun ke bandara.
Dari video yang tersebar di media sosial terlihat warga Asqalan yang masih berada di luar serta di jalanan berusahan untuk mengamankan diri mereka dengan tiarap di pinggiran jalan.
Baca Juga: Perang Israel Palestina Hamas Terus Memanas, Brigade Al Qassem Ancam Bunuh Sandera Sipil Israel
Dalam serang tersebut dilaporkan jika roket Hammas juga menghantam pembangkit listrik dan gudang pasokan bahan bakar di Asqalan yang menyebabkan kebakaran hebat.
Pemimpin Chechnya Serukan Perdamaian
Pemimpin Chechnya sekaligus sekutu lama Vladimir Putin, Ramzan Kadyrov mengaku geram dengan Amerika Serikat (AS) yang ikut mecampuri konflik antara Palestina dan Israel.
Terkait hal itu, Ramzan menegaskan bahwa dirinya mendukung penuh perjuangan rakyat Palestina dalam mengahdapi konflik dengan Isrel.
Dalam isi pesan Telegramnya, Ramzan dengan tegas mengatakan dukungannya kepada Rakyat Palestina.
“Kami mendukung Palestina. Dan kami menentang perang ini," tegas Ramzan.
Selain itu, Ramzan juga memohon 'kepada komunitas internasional' untuk menyerukan solusi damai terhadap konflik Palestina dan Israel.
"Republik Chechnya siap untuk menyediakan unitnya sendiri sebagai pasukan penjaga perdamaian jika diperlukan," ujarnya.
"Saya menghimbau kepada masyarakat internasional agar setidaknya mereka dapat mengambil keputusan yang adil mengenai situasi di Palestina setidaknya sekali," sambungnya.
“Saya juga mengimbau para pemimpin negara-negara Muslim untuk membentuk koalisi dan menyerukan kepada mereka yang Anda sebut sebagai teman, Eropa dan seluruh Barat, agar mereka tidak mengebom warga sipil dengan dalih menghancurkan militan," lanjutnya.***

