POJOKSATU.id - Siapa yang tidak kenal dengan Elon Musk? Dia adalah pendiri dan CEO dari SpaceX, perusahaan yang mengembangkan roket dan satelit untuk menjelajahi luar angkasa.
Salah satu proyeknya yang paling ambisius adalah Starlink, layanan internet satelit yang bisa mencakup seluruh dunia.
Namun, tahukah Anda bahwa Starlink pernah dimatikan oleh Musk sendiri saat sedang digunakan oleh Ukraina untuk menyerang armada Rusia di Laut Hitam tahun lalu?
Baca Juga: Starlink Elon Musk Siap Gas Internet Indonesia, Nasib Operator Seluler Lokal Bagaimana?
Hal ini terungkap dalam biografi terbaru tentang Musk yang ditulis oleh Walter Isaacson, penulis terkenal yang juga pernah menulis biografi Steve Jobs dan Albert Einstein.
Menurut buku tersebut, Musk mendapat permintaan dari pemerintah Ukraina untuk meminjam Starlink untuk mengendalikan drone bawah laut yang akan menyerang kapal-kapal Rusia.
Musk setuju dengan syarat bahwa Ukraina harus membayar biaya sewa Starlink sebesar $10 juta per bulan.
Namun, saat drone-drone Ukraina sudah siap meluncur, Musk tiba-tiba memerintahkan insinyurnya untuk memutus sambungan Starlink dari drone-drone tersebut.
Alasannya, Musk tidak mau terlibat dalam konflik antara Ukraina dan Rusia yang bisa memicu perang dunia ketiga.
Baca Juga: Ngobrol dengan Elon Musk dan Taylor Swift? Bisa Chat di Platform Character AI
Musk juga mengaku bahwa dia merasa bersalah karena telah menjual roket Falcon 9 kepada Rusia sebelumnya, yang kemudian digunakan oleh Rusia untuk mengirim pasukan ke Ukraina.
Musk mengatakan bahwa dia tidak tahu bahwa roket tersebut akan digunakan untuk tujuan militer.
Buku biografi tentang Musk ini juga mengungkap berbagai aspek lain dari kepribadian, cita-cita, dan kontroversi Musk.
Buku ini menampilkan wawancara eksklusif dengan Musk sendiri, keluarga, teman, mitra bisnis, dan pesaingnya.
Buku ini sangat menarik bagi siapa saja yang ingin tahu lebih banyak tentang sosok Elon Musk, seorang visioner yang berusaha mewujudkan mimpi-mimpinya di luar angkasa.***
