SEWAKTU.com - Halo, Sobat cyber! Apakah Sobat ingin berbicara dengan Elon Musk atau Taylor Swift? Atau ingin belajar bahasa baru?
Ada Character AI, chatbot yang dapat memberikan pengalaman unik untuk berbicara dengan berbagai karakter, bahkan dapat membuat karakter sendiri.
Character AI ini diciotakan oleh mantan developer AI Google, Noam Shazeer dan Daniel De Freitas.
Dibandingkan dengan chatbot lain seperti ChatGPT, output dari Character AI ini lebih mirip manusia dan dapat berbicara dengan lebih dari satu bot sekaligus.
Baca Juga: Melampaui Kecerdasan AI: Keterampilan Manusia yang Sulit Ditiru oleh Kecerdasan Buatan
Namun, ingatlah bahwa Character AI ini memiliki batasan. Misalnya, hasil gambar yang dihasilkan tidak sebagus generator seni AI lain.
Selain itu, karena karakter-karakternya dibuat oleh komunitas, sering muncul hasil yang salah atau "hallucinations".
Jadi, jangan lupa selalu memeriksa informasi yang diberikan. Oh ya, satu lagi. Character AI ini aman.
Pembuat karakter tidak dapat melihat obrolan Sobat. Namun tetap hati-hati dalam berbicara, terutama jika Sobat peduli dengan privasi.
Sejarah pengembangan Character AI ini cukup menarik. Awalnya, teknologi AI untuk karakter ini mulai diteliti di MIT (Massachusetts Institute of Technology) pada paruh kedua tahun 90-an.
Baca Juga: Mahasiswa UI Juara Kompetisi AI Satria Data 2023 dengan Inovasi Cek Keselarasan Peraturan
Banyak teknologi robotika yang telah diterapkan untuk AI karakter di industri game sejak saat itu.
Perubahan drastis dalam teknologi AI karakter datang dari game 3D pertama yang dibuat pada tahun 90-an.
Dalam game 3D, karakter harus memiliki kecerdasan buatan mereka sendiri.
Setiap karakter harus memiliki sensor dan tubuh sendiri dan melakukan pemikiran pengambilan keputusan.
Baca Juga: Fakta Canggih AI Kini Ubah Kehidupan Manusia Setiap Hari, Nomor 12 Bikin Geleng-geleng
Karakter dengan sifat-sifat ini disebut "agen otonom". Pada akhir tahun 90-an hingga 2010, fokus penelitian agen karakter bergeser dari agen berbasis skrip ke agen otonom.
Grup karakter sintetis MIT telah mempelajari AI untuk makhluk virtual.
Mereka memperkenalkan teknik AI dari bidang robotika ke agen otonom dalam game digital.***
