POJOKSATU.id — Kisah keteguhan iman dalam menghadapi penyiksaan sering kali menjadi teladan bagi umat Islam.
Salah satu contoh nyata adalah Khabbab bin Arats, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang mengalami penderitaan luar biasa karena keyakinannya.
Ia termasuk golongan pertama yang memeluk Islam dan dikenal sebagai seorang pandai besi di Mekkah.
Khabbab mengalami berbagai siksaan dari kaum Quraisy, terutama dari majikannya, Ummu Anmar.
Mereka menindasnya dengan kejam, meletakkan batu panas di punggungnya hingga dagingnya terkelupas.
Namun, segala penderitaan itu tidak menggoyahkan keimanannya. Ia tetap teguh dalam Islam meskipun tubuhnya disiksa tanpa ampun.
Suatu hari, dalam keadaan penuh luka dan keletihan, Khabbab menghadap Rasulullah SAW yang sedang berada di dekat Ka'bah.
Dengan suara lirih, ia mengadu, "Wahai Rasulullah, tidakkah Anda hendak memintakan pertolongan bagi kami?" Mendengar permintaan itu, wajah Rasulullah memerah, lalu beliau bersabda:
"Dulu sebelum kalian, ada seorang laki-laki yang disiksa, tubuhnya dikubur kecuali leher ke atas. Lalu diambil sebuah gergaji untuk menggergaji kepalanya, tetapi siksaan demikian itu tidak sedikit pun dapat memalingkannya dari agamanya.
Ada pula yang disikat antara daging dan tulang-tulangnya dengan sikat besi, juga tidak dapat menggoyahkan keimanannya.
Baca Juga: Kisah Pernikahan Beda Agama Putri Rasulullah, Cinta Tulus Penuh Kesetiaan dan Penantian Panjang
Sungguh Allah akan menyempurnakan hal tersebut, hingga setiap pengembara yang bepergian dari Shana'a ke Hadramaut, tiada takut kecuali pada Allah Azza wa Jalla."
Jawaban Rasulullah SAW tidak membuat keimanan Khabbab luntur, justru semakin membakar semangatnya dalam berpegang teguh kepada Islam.
Namun, Nabi Muhammad SAW tetap merasa iba terhadap penderitaan Khabbab dan akhirnya mendoakannya, "Ya Allah, limpahkanlah pertolongan-Mu kepada Khabbab!"
Tak lama setelah doa itu dipanjatkan, Ummu Anmar, wanita yang sering menyiksa Khabbab, menerima azab dari Allah.
Baca Juga: Kisah Nabi Palsu Al Aswad al 'Ansi, Orang Pertama Murtad di Zaman Rasulullah SAW
Ia menderita penyakit misterius yang membuatnya melolong seperti anjing. Keadaannya semakin parah hingga beberapa orang menyarankan agar kepalanya disetrika dengan besi panas sebagai pengobatan.
Setiap hari, besi membara ditempelkan ke kepalanya, membuatnya merasakan penderitaan yang begitu dahsyat.
Demikianlah balasan atas kebengisan yang ia lakukan terhadap salah satu sahabat Rasulullah SAW. ***

