POJOKSATU.id - Film "Ramayana" siap membawa kisah mitologi India ke layar bioskop Indonesia.
Karya sutradara Nitesh Tiwari ini bukan sekadar adaptasi baru dari epos klasik, tetapi juga proyek raksasa dengan biaya produksi yang diperkirakan mencapai US$200-250 juta atau sekitar Rp3,1-3,9 triliun untuk bagian pertama.
Kepastian film "Ramayana" hadir di Indonesia diketahui melalui unggahan Sony Pictures Indonesia selaku distributor internasionalnya.
"Sebuah perjalanan epik yang belum pernah ada sebelumnya. Saksikan trailer resmi #Ramayana, tayang segera eksklusif di bioskop," tulis akun resmi @SonyPicturesID pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Meski sudah dipastikan masuk ke bioskop Indonesia, tanggal penayangan khusus untuk Tanah Air belum diumumkan.
Dibuat dalam dua bagian
Proyek sinematik ini dirancang menjadi dua bagian agar kisah "Ramayana" dapat ditampilkan secara lebih luas.
Bagian pertama dijadwalkan hadir secara global pada November 2026, bertepatan dengan perayaan Diwali.
Sementara "Ramayana Part II" diproyeksikan menyusul pada Diwali 2027.
Cerita utamanya berpusat pada perjalanan Pangeran Rama dan Sita.
Baca Juga: Tiba di Kalbar, Prabowo Langsung Bahas Karhutla dan Rencana Operasi Modifikasi Cuaca
Konflik besar bermula ketika Sita diculik Raja Ravana, yang kemudian memicu peperangan antara kekuatan kebaikan dan kejahatan.
Dalam versi terbaru ini, Ranbir Kapoor dipercaya memerankan Rama.
Sai Pallavi menjadi Sita, sedangkan Yash berperan sebagai Ravana.
Budget fantastis demi produksi kelas dunia
Skala produksi menjadi salah satu hal yang membuat "Ramayana" mendapat perhatian besar.
Biaya bagian pertama diperkirakan mencapai US$200-250 juta. Jika dikonversikan berdasarkan angka dalam materi sumber, nilainya sekitar Rp3,1-3,9 triliun.
Baca Juga: Latihan Soal OSN Final Biologi SMA 2026, Hadapi 10 Soal Ini untuk Menguji Kemampuan Analisis
Anggaran tersebut disebut menjadikan "Ramayana" sebagai salah satu film India dengan biaya produksi terbesar sepanjang sejarah, bahkan melampaui biaya produksi "Kalki 2898 AD".
Produser Namit Malhotra mengembangkan film tersebut melalui Prime Focus Studios dengan sasaran penonton internasional.
"Sejak awal, film ini memang diranacang untuk penonton global." ungkapnya.
Besarnya anggaran kemudian dimanfaatkan untuk menghadirkan visual berskala besar sekaligus teknologi sinema yang lebih modern.
Libatkan Hans Zimmer dan A.R. Rahman
Bukan cuma pemerannya yang menarik perhatian. Bagian musik juga melibatkan nama besar dari dua industri perfilman.
Baca Juga: Rupiah Makin Perkasa, Ditutup Rp17.685 per Dolar AS dan Terkuat dalam 3 Bulan Terakhir
Komposer pemenang Oscar, Hans Zimmer, berkolaborasi dengan maestro musik India A.R. Rahman untuk menggarap musik film tersebut.
Sementara untuk efek visual, DNEG dipercaya menangani pekerjaan yang menjadi salah satu elemen penting dalam membangun dunia mitologi "Ramayana".
Studio tersebut sebelumnya dikenal melalui berbagai proyek film berskala besar dan telah mengoleksi delapan Piala Oscar.
Penggarapan koreografi aksi juga melibatkan Terry Notary dan Guy Norris. Tata artistik dipercayakan kepada Ramsey Avery dan Ravi Bansal.
Ada teknologi AI untuk dialog bahasa asing
Nah, salah satu teknologi yang turut menjadi perhatian adalah penerapan post-dubbing berbasis kecerdasan buatan.
Baca Juga: KPK Watch Sebut Mabes Polri Tak Boleh Lindungi Kombes F Soal Dugaan Kasus Investasi Rp58,5 Miliar
Teknologi tersebut dirancang untuk menyesuaikan gerakan bibir karakter dengan dialog hasil terjemahan bahasa asing.
Salah satu contoh yang disebutkan adalah penggunaan dialog bahasa Mandarin.
Dengan teknik tersebut, perbedaan antara gerakan bibir dan bahasa yang terdengar diharapkan dapat dibuat lebih presisi sehingga pengalaman menonton bagi penonton internasional terasa lebih natural.
Strategi distribusinya pun dibuat untuk pasar global.
Sony Pictures mengamankan hak distribusi internasional untuk wilayah di luar India, sedangkan pasar domestik India ditangani Dharma Productions milik Karan Johar.
Film ini juga dipersiapkan dalam sejumlah versi bahasa, termasuk bahasa Inggris, agar jangkauannya tidak terbatas pada penonton India.
Baca Juga: Debut di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Amri/Nita Raih Perunggu Usai Duel Sengit Kontra Ranking 1 Dunia
Kisah lama dengan kemasan baru
"Ramayana" sendiri berangkat dari epos Hindu yang telah dikenal selama berabad-abad.
Cerita tersebut mengisahkan Rama, yang dalam tradisi kisahnya merupakan penjelmaan Dewa Wisnu, serta perjuangannya menyelamatkan Sita dari Ravana.
Kisah tersebut telah berkali-kali diadaptasi dalam berbagai bentuk.
Namun, versi Nitesh Tiwari mencoba menghadirkannya dengan pendekatan sinema modern, teknologi visual mutakhir, pemeran populer, dan skala produksi internasional.
Untuk penonton Indonesia, kabar kehadiran film ini tentu menjadi hal menarik.
Apalagi, Sony Pictures Indonesia sudah mengumumkan bahwa "Ramayana" akan tayang di bioskop Tanah Air.
Yang masih menjadi teka-teki adalah tanggal pastinya.
Jadi, penggemar film India masih perlu menunggu pengumuman resmi mengenai jadwal tayang "Ramayana" di Indonesia.
Epos yang telah diwariskan lintas generasi kini mendapatkan panggung baru dengan teknologi sinema modern.
"Ramayana" bukan hanya menawarkan kisah Rama, Sita, dan Ravana, tetapi juga mencoba membawa warisan cerita klasik India ke hadapan penonton dunia.
Tinggal menunggu waktu sampai perjalanan epik tersebut benar-benar hadir di layar bioskop Indonesia. ***


