POJOKSATU.id - Film horor Indonesia kembali menghadirkan cerita menyeramkan lewat The Bell: Panggilan Untuk Mati.

Berdurasi 91 menit, film garapan sutradara Jay Sukmo ini membawa kisah mistis dari Pulau Belitung yang sarat legenda dan ketegangan.

Naskah film ini ditulis Priesnanda Dwisatria dan diproduksi oleh Multi Buana Kreasindo bersama Sinemata.

Dengan latar budaya lokal yang kuat, film ini mencoba memberi warna baru di genre horor tanah air.

Baca Juga: Film Shaka Oh Shaka Tayang 7 Mei 2026, Kisah Cinta Fans dan Idola Bikin Penasaran

Cerita berawal di Pulau Belitung, tempat kepercayaan terhadap dunia gaib masih hidup berdampingan dengan masyarakat modern.

Salah satu benda paling disegani adalah lonceng keramat yang selama ratusan tahun dijaga garis keturunan dukun.

Lonceng itu dipercaya berfungsi mengurung roh-roh jahat agar tidak mengganggu manusia.

Namun semuanya berubah saat benda sakral tersebut dibunyikan oleh seseorang yang tak memahami bahaya di baliknya.

Baca Juga: Eks Komisaris KAI Bongkar Penyebab Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Sebut Ada Kelalaian Sistemik

Tanpa disadari, tindakan itu justru membebaskan teror lama bernama Penebok.

Sosok setan tanpa kepala yang dikenal haus tumbal itu kembali menyebarkan ketakutan ke seluruh desa. Duh, suasana mencekam pun mulai terasa di mana-mana.

Kembalinya Penebok memaksa Danto, yang sudah lama meninggalkan kampung halamannya, pulang ke Belitung.

Ia kemudian bekerja sama dengan Airin dan Hanafi untuk menghadapi ancaman yang tak terlihat, tetapi nyata dampaknya.

Dalam penyelidikan yang semakin dalam, mereka menyadari teror tersebut bukan sekadar gangguan biasa.

Ada kaitan dengan kepercayaan lama dan rahasia kelam masa lalu yang belum pernah benar-benar terungkap.

Di tengah waktu yang terus berjalan dan korban yang terus berjatuhan, Danto dan tim harus menemukan cara menghentikan Penebok.

Mereka juga harus siap menerima kenyataan pahit yang ikut terbuka satu per satu.

Film ini diperkuat jajaran pemain seperti Safira Ratu Sofya, Givina Lukita, Bhisma Mulia, Sita Permata Sari, Mathias Muchus, Septian Dwi Cahyo, Shalom Razade, Maulidan Zuhri, hingga Nadya Alma.

Kadang, yang paling menakutkan bukan hanya sosok gaib yang datang tiba-tiba, melainkan masa lalu yang selama ini berusaha dikubur rapat-rapat.***