POJOKSATU.id - Keputusan besar diambil oleh Clara Shinta terkait rumah tangganya dengan Muhammad Alexander Assad.

Setelah diterpa isu perselingkuhan, Clara akhirnya resmi menggugat cerai sang suami ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Langkah tersebut disampaikan langsung oleh Clara dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta Selatan pada Selasa 14, April 2026.

Baca Juga: Resmi Dibuka! Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan Pegawai BUMN, Lulusan D3-S1 Semua Jurusan Bisa Daftar

Ia memastikan bahwa proses hukum telah berjalan dan gugatan cerai sudah didaftarkan.

“Saya juga sudah melayangkan gugatan cerai untuk suami saya di Pengadilan Agama. Sudah dari kemarinlah intinya,” ungkap Clara.

Meski terlihat tegas, Clara mengaku keputusan ini bukan hal yang mudah.

Baca Juga: Purbaya Bertemu Bos IMF, Tegaskan Indonesia Tak Perlu Dana Bantuan karena Masih Punya Bantalan Fiskal Rp420 Triliun

Ia bahkan masih memiliki perasaan cinta yang besar terhadap suaminya, sehingga perpisahan menjadi proses yang sangat berat secara emosional.

“Sejauh ini Insya Allah saya mantap berpisah. Mohon doa dan kekuatannya karena berpisah ini nggak mudah. Saya juga terseok-seok. Mau mati rasanya kalau harus berpisah sama suami saya karena saya cinta sama dia,” tuturnya.

Keputusan ini diambil setelah Clara menemukan dugaan perselingkuhan yang dilakukan suaminya pada Maret 2026.

Baca Juga: Puluhan PPPK Kukar Mengundurkan Diri Karena Penempatan Kerja, DPRD Akhirnya Buka Suara.

Ia mengaku mendapati bukti berupa tangkapan layar yang menunjukkan adanya panggilan video mesra antara suaminya dengan wanita lain.

Temuan tersebut sempat diunggah ke media sosial dan langsung menjadi perbincangan publik.

Bahkan, nama seorang selebgram turut terseret dalam spekulasi warganet karena dianggap memiliki kemiripan dengan sosok wanita dalam tangkapan layar tersebut, meski belum ada konfirmasi resmi.

Baca Juga: PNS dan PPPK Disimak! BKN Bongkar Penipuan Berkedok Layanan ASN yang Viral, Begini Modusnya

Kini, Clara memilih untuk fokus menjalani proses hukum yang telah ia tempuh.

Di balik keteguhan sikapnya, tersimpan pergulatan batin antara mempertahankan perasaan dan menerima kenyataan yang pahit.

Perjalanan ini menjadi bukti bahwa tidak semua hubungan berjalan sesuai harapan.

Terkadang, keputusan paling berat justru harus diambil demi kebaikan diri sendiri, meski hati masih menyimpan rasa yang belum sepenuhnya usai.***