POJOKSATU.id - Aktris sekaligus aktivis kemanusiaan Angelina Jolie kembali menyoroti krisis kemanusiaan di Timur Tengah dengan membagikan surat menyentuh dari seorang perempuan muda di Gaza.
Dalam unggahannya, Jolie mengungkapkan bahwa surat tersebut berasal dari perempuan berusia 26 tahun yang kehilangan ayahnya akibat serangan artileri. Kini, ia hidup bersama keluarganya dan saudara kembar yang lumpuh di sebuah tenda di wilayah Gaza tengah.
"Saya menerima surat ini dari seorang perempuan muda berusia 26 tahun yang kehilangan ayahnya akibat serangan artileri di Gaza," tulisnya.
Baca Juga: Negara Tetangga Krisis BBM, Filipina Darurat Energi, Purbaya Minta RI Waspada Meski APBN Masih Aman
Gadis itu, kini tinggal bersama keluarga dan saudara kembarnya yang lumpuh di sebuah tenda di Gaza tengah.
"Dia menceritakan seperti apa kehidupan sehari-hari yang ia jalani bersama keluarga dan para tetangganya. Saya ingin membagikannya. Realitas mereka terus berlanjut, bahkan ketika perhatian kita beralih ke berbagai peristiwa memilukan lainnya yang terjadi di dunia," ungkapnya.
Dalam suratnya, perempuan itu mengungkapkan bahwa pengalaman genosia kali ini mengubah cara pandangnya tentang penderitaan.
Jika sebelumnya kematian dianggap sebagai hal paling menyakitkan, kini ia merasakan ada kondisi yang lebih berat, yakni tetap hidup tanpa semangat di tengah kehancuran.
Baca Juga: Jadwal Seleksi Kompetensi CAT PPPK Guru SMA Unggul Garuda 2026 Resmi Dirilis, Simak Lengkapnya
Ia menggambarkan kehidupan di tengah genosida sebagai beban berat yang harus dipikul setiap hari, layaknya hidup di atas puing-puing reruntuhan kota yang dulu menjadi tempat tinggal mereka.
"Sekitar lima bulan setelah perang berakhir, kehidupan di Gaza saat ini bukan hanya tentang bertahan dari pengeboman, tetapi juga rangkaian panjang kesulitan yang melelahkan yang mengikuti kami sejak kami bangun tidur. Hal-hal kecil yang dulu sangat biasa kini menjadi sangat sulit," tulis gadis itu dalam penggalan suratnya.
Perempuan tersebut juga menuliskan kerinduan mendalam terhadap kehidupan sebelum perang. Ia dan banyak warga lainnya masih berharap bisa kembali ke masa ketika mereka hidup sederhana, aman, dan penuh kebersamaan bersama keluarga.
“Kami masih berpegang pada bagaimana kehidupan sebelum perang dulu. Kami masih berharap bisa bangun dan mendapati diri kami kembali ke masa sebelum perang, merasa aman di dalam rumah bersama keluarga dan saudara-saudara kami, menjalani rutinitas sederhana sehari-hari, bertemu teman, menikmati hidup, dan tertawa. Namun, itu bukan lagi kenyataan kami sekarang," ungkapnya.
Meski hidup dalam keterbatasan, ia menegaskan bahwa harapan belum sepenuhnya padam. Warga Gaza, kata dia, terus berusaha menemukan kembali makna kehidupan di tengah kehancuran yang mereka alami.
“Meski demikian, orang-orang di Gaza terus berjuang untuk mengembalikan rasa kehidupan dan kebahagiaan. Mereka tetap memegang harapan bahwa akan ada masa depan yang lebih baik dan lebih indah," tuturnya.
Baca Juga: Sejumlah Klub Belanda Mendadak Takut Turunkan Pemain Indonesia, Terbentur Regulasi Paspor
"Mereka berusaha keras membangun kembali kehidupan dari puing-puing kehancuran dan mimpi yang hancur. Mereka masih menampilkan senyum di wajah mereka, saling membantu, dan saling mencintai," demikian penutup surat tersebut.
Melalui unggahan ini, Angelina Jolie kembali mengingatkan dunia bahwa jutaan manusia yang berjuang untuk bertahan hidup sekaligus menjaga harapan akan masa depan yang lebih baik di tengah genosida yang berlangsung. ***

