POJOKSATU.id - Film fiksi ilmiah keluarga berjudul Pelangi di Mars siap meramaikan bioskop Indonesia pada libur Idulfitri 2026.

Film ini disutradarai oleh Upie Guava dan diproduksi oleh Mahakarya Pictures dengan menghadirkan kisah petualangan yang berlatar masa depan.

Cerita film ini mengambil latar tahun 2090, ketika kondisi Bumi sudah tidak lagi layak huni.

Krisis air bersih yang dimonopoli oleh sebuah perusahaan bernama Nerotex membuat kehidupan manusia berada di titik yang mengkhawatirkan.

Baca Juga: Sejarah Universitas Samudra, Dari Kampus Swasta di Langsa hingga Menjadi PTN di Aceh

Situasi tersebut akhirnya memaksa manusia membangun koloni baru di Planet Mars.

Nah, dari latar inilah kisah utama dimulai. Film ini berfokus pada seorang gadis bernama Pelangi yang diperankan Messi Gusti.

Ia memiliki kisah yang sangat unik karena menjadi manusia pertama yang lahir sekaligus tumbuh besar di Mars.

Dalam cerita, setelah ibunya yang bernama Pratiwi dan para koloni manusia lainnya meninggalkan Mars, Pelangi justru tetap tinggal di planet tersebut.

Baca Juga: Masjid Jami Sungai Jingah Banjarmasin, Masjid Bersejarah yang Dibangun dari Gotong Royong Warga Banjar

Ia tidak sendirian, karena ditemani oleh sekelompok robot yang telah lama terbengkalai.

Bersama para robot itu, Pelangi menjalani petualangan yang tidak biasa.

Mereka berusaha mencari mineral langka bernama Zeolith Omega, yang diyakini memiliki kemampuan untuk memurnikan air di Bumi.

Jika mineral tersebut berhasil ditemukan, harapan untuk menyelamatkan manusia di Bumi pun bisa kembali muncul.

Baca Juga: Masjid Muhammadiyah Kelayan Banjarmasin, Masjid Muhammadiyah Tertua di Kalsel yang Berdiri Sejak 1938

Film ini menghadirkan sejumlah aktor yang memerankan karakter manusia, antara lain Messi Gusti sebagai Pelangi, Lutesha sebagai Pratiwi, Rio Dewanto sebagai Banyu, Livy Renata sebagai Mirna, serta Myesha Lin sebagai Pelangi kecil.

Selain itu, ada pula karakter robot yang menjadi bagian penting dalam cerita.

Beberapa di antaranya adalah Batik yang disuarakan Bimo Kusumo, Sulil oleh Dimitri Arditya, Kimchi oleh Vanya Rivani, Yoman oleh Kristo Immanuel, serta Petya oleh Gilang Dirga.

Dari sisi produksi, Pelangi di Mars menjadi proyek yang cukup ambisius.

Baca Juga: Masjid Muhammadiyah Kelayan Banjarmasin, Masjid Muhammadiyah Tertua di Kalsel yang Berdiri Sejak 1938

Sutradara Upie Guava sudah mulai melakukan riset untuk film ini sejak awal tahun 2020.

Film tersebut juga menjadi debut penyutradaraan film panjangnya setelah sebelumnya dikenal lewat karya dokumenter dan video musik.

Produksinya melibatkan berbagai rumah produksi, termasuk Mahakarya Pictures, MBK Productions, Produksi Film Negara, RANS Entertainment, Guava Film, DossGuavaXR Studio, serta A&Z Films.

Naskah film ini ditulis oleh Upie Guava bersama Alim Sudio.

Baca Juga: 5 Resep Ketupat Rice Cooker Praktis untuk Lebaran, Hasilnya Tetap Kenyal dan Pulen

Menariknya, karakter Pratiwi dalam film ini terinspirasi dari sosok ilmuwan Indonesia, Pratiwi Sudarmono, yang pernah terpilih sebagai calon antariksawan NASA pada tahun 1985.

Inspirasi ini memberikan sentuhan kebanggaan tersendiri dalam cerita film tersebut.

Secara teknis, produksi film ini juga memanfaatkan teknologi yang cukup canggih.

Proses syuting menggunakan metode hybrid, yaitu menggabungkan pengambilan gambar nyata dengan lingkungan virtual tiga dimensi.

Baca Juga: 5 Olahan Ketupat Selain Opor Ayam untuk Menu Lebaran, Rasanya Tak Kalah Nikmat

Teknologi Extended Reality atau XR digunakan untuk memproyeksikan latar Planet Mars yang dibuat menggunakan perangkat lunak Unreal Engine ke layar LED besar di studio DossGuavaXR.

Pendekatan ini membuat visual dunia Mars terasa lebih imersif.

Proses produksinya dibagi menjadi dua tahap utama. Tahap pertama adalah motion-capture selama 12 hari untuk merekam gerakan dasar karakter robot.

Tahap kedua adalah live-action selama 14 hari yang melibatkan para aktor manusia.

Pemeran utama Messi Gusti juga menjalani proses produksi yang cukup panjang.

Baca Juga: 9 Jenis Ketupat Khas dari Berbagai Daerah di Indonesia, Inspirasi Hidangan Lebaran 2026

Proses pengambilan gambar dimulai sejak ia berusia 11 tahun hingga tahap pascaproduksi saat ia sudah duduk di bangku SMP.

Ia bahkan mengikuti workshop khusus untuk mempelajari cara berjalan di lingkungan gravitasi rendah seperti seorang astronot.

Teaser trailer pertama film ini telah dirilis pada akhir tahun 2025. Sementara penayangannya dijadwalkan berlangsung serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan libur Idulfitri.

Kisah Pelangi di Mars bukan sekadar petualangan luar angkasa. Film ini juga menyimpan pesan tentang harapan, keberanian, dan usaha menyelamatkan masa depan manusia.

Kadang harapan itu datang dari tempat yang tak terduga, bahkan dari seorang anak kecil yang berdiri sendirian di planet yang jauh dari rumah.***