POJOKSATU.ID - Kabar duka datang dari keluarga besar penyanyi Raisa Andriana. Sang ibunda, Ria Mariaty.
Meninggal dunia pada Sabtu pagi, 29 November 2025, setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker paru stadium lanjut.
Kepergiannya menutup perjalanan panjang seorang ibu yang selama hampir dua tahun terakhir berupaya melawan penyakit yang terus berkembang dan menimbulkan komplikasi.
Kabar wafatnya Ria Mariaty diumumkan pertama kali oleh putra sulungnya, Rinaldi Nurpratama, melalui unggahan resmi di media sosial.
Dalam pernyataannya, Rinaldi menuliskan bahwa ibunda mereka menghembuskan napas terakhir pada pukul 07.19 WIB di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta.
Unggahan tersebut langsung mendapat ribuan respons belasungkawa dari para sahabat, rekan artis, dan penggemar Raisa.
Ria diketahui telah menjalani perawatan intensif sejak penyakitnya memasuki stadium 4.
Sebelum diagnosis itu muncul, ia mengalami batuk berkepanjangan selama beberapa minggu gejala yang semula dianggap ringan.
Namun setelah pemeriksaan lanjutan, dokter menemukan adanya penyebaran sel kanker yang membuat proses penyembuhan menjadi sangat berat.
Sejak saat itu, keluarga berupaya memberikan dukungan penuh melalui serangkaian pengobatan, mulai dari kemoterapi hingga imunoterapi.
Beberapa kali, keluarga sempat membagikan perkembangan kondisi Ria yang menunjukkan kemajuan kecil.
Pada satu titik, hasil medis bahkan menyebut sejumlah sel kanker mulai melemah. Kendati demikian, kondisi itu tidak bertahan lama.
Dalam beberapa bulan terakhir, komplikasi mulai muncul, termasuk sesak napas dan gangguan fungsi organ yang membuatnya harus menjalani perawatan intensif.
Baca Juga: Guru Kaget! Punya Serdik Tidak Menjamin TPG Cair, Ini Syarat Wajib Permendikdasmen
Di tengah perjuangannya, Raisa dan keluarga terus meminta doa dari masyarakat.
Banyak penggemar setia yang menunjukkan simpati, mengirimkan dukungan, hingga membuat unggahan khusus sebagai bentuk solidaritas.
Ria dikenal sebagai sosok ibu yang hangat dan selalu mendukung perjalanan karier Raisa. Tidak heran bila berita kepergiannya memicu gelombang duka dari publik.
Kepergian ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya deteksi dini dan kewaspadaan terhadap penyakit paru.
Baca Juga: Tol Medan Kualanamu Amblas! Ribuan Kendaraan Dialihkan, Struktur Jembatan Diduga Terancam
Banyak jenis kanker paru muncul dengan gejala yang samar, seperti batuk biasa atau kelelahan.
Penanganan medis yang cepat bisa meningkatkan peluang kesembuhan, meskipun perjuangan melawan kanker sering kali menjadi perjalanan panjang bagi pasien maupun keluarga.
Bagi Raisa, kehilangan ibunda bukan hanya kehilangan orang tua, tetapi juga hilangnya figur sentral dalam hidup seseorang yang selalu menjadi tempat kembali, tempat bercerita, sekaligus pondasi emosional yang tak tergantikan.
Kini, keluarga hanya bisa berharap bahwa perjuangan panjang Ria melawan penyakit telah berakhir dengan ketenangan.
Baca Juga: Prabowo Minta Guru Lebih Galak! Anak Jenderal Bermasalah pun Harus Dipecat
Duka mendalam ini menyisakan pesan bahwa kasih seorang ibu selalu hidup dalam jejak anak-anaknya.
Publik pun terus memberikan dukungan kepada Raisa dan keluarga agar diberi ketabahan menghadapi masa sulit ini.***


