POJOKSATU.id - Polemik soal hubungan antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali memanas setelah muncul kabar kedatangan debt collector ke kediaman Ruben.

Tuduhan bahwa presenter tersebut mengabaikan kewajibannya pun mulai bergulir. Namun pihak Ruben memilih tidak tinggal diam.

Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, mereka membuka rincian lengkap mengenai kewajiban finansial yang tetap dipenuhi Ruben usai perceraian.

Baca Juga: Resmi Dibuka! Beasiswa Arryman 2026 Siap Beri Dukungan Penuh untuk Ekonom Muda Indonesia

Dalam pernyataannya, Minola memperlihatkan bukti chat dan transfer bank bernilai besar. Menurutnya, sejak resmi bercerai.

Ruben tidak pernah abai dalam memberikan nafkah dan dukungan finansial untuk Sarwendah maupun anak-anaknya.

Bahkan, nominal yang ditransfer setiap bulan mencapai angka fantastis.

Baca Juga: 7 Sekolah Kedinasan Non Militer dan Tanpa Tes Fisik, Peluang Besar Jadi ASN untuk Lulusan SMA-SMK

Sejak klien kami bercerai dengan S ya, Ruben tiap bulan itu memberikan biaya kepada S senilai Rp242.629.000,” ujar Minola Sebayang di Pulomas dikutip rumpi_gosip (15/11/2025).

Bukti tersebut disampaikan secara terbuka untuk meluruskan sejumlah anggapan keliru yang berkembang di publik.

Minola menjelaskan bahwa jumlah transfer tidak selalu sama setiap bulan.

Baca Juga: Redenominasi Rupiah Mulai Disiapkan: Apa Dampaknya ke Uang Tunai dan Tabungan Bank?

Ia menyebut contoh, pada Oktober 2024, Ruben mengirim dana sekitar Rp 265 juta.

Sementara pada Januari 2025, jumlah yang disalurkan mencapai Rp 207 juta.

Perbedaan ini mengikuti kebutuhan dan pengeluaran rumah tangga yang kini ditempati oleh Sarwendah dan anak-anak.

Yang kemudian menjadi sorotan adalah rincian penggunaan dana tersebut.

Ruben disebut masih menanggung berbagai kebutuhan keluarga, mulai dari biaya pendidikan anak, pemeliharaan rumah, hingga operasional harian.

Baca Juga: CPNS 2026 Berubah Total, Tes Lebih Fleksibel, Bisa Ulang Subtes, Tapi Formasi Masih Misteri

Tak sedikit di antaranya yang merupakan detail kecil namun tetap dibayarkan oleh presenter itu.

Lebih jauh, Minola juga mengungkap fakta bahwa urusan listrik di rumah yang kini dihuni Sarwendah pun masih ditanggung oleh Ruben meski keduanya sudah tidak tinggal bersama.

“Listrik dibagi dua, jadi sudah bercerai, yang tinggal di rumah itu adalah S, yang menikmati listrik itu adalah S, tetap harus bagi dua biaya listriknya, Rp12,9 juta,” jelas Minola.

Baca Juga: Resmi Dibuka! Beasiswa Arryman 2026 Siap Beri Dukungan Penuh untuk Ekonom Muda Indonesia

Dengan beban finansial sebesar ini, pihak Ruben mengaku heran jika masih ada anggapan bahwa kliennya tidak mampu membayar cicilan mobil hingga harus didatangi debt collector.

Minola menduga, justru karena Ruben mengutamakan kebutuhan mantan istri dan anak-anaknya, pembayaran cicilan menjadi sedikit terlambat.

“Jangan-jangan karena dia mengutamakan ini, telat satu hari bayar Land Rover-nya. Mohon pengertian sedikit dong, jangan mau menang-menang terus,” tutur Minola.

Baca Juga: 7 Sekolah Kedinasan Non Militer dan Tanpa Tes Fisik, Peluang Besar Jadi ASN untuk Lulusan SMA-SMK

Pihak Ruben merasa langkah membuka rincian pembayaran ini menjadi penting untuk menjaga nama baik kliennya.

Mereka berharap publik mendapat gambaran utuh mengenai tanggung jawab finansial yang selama ini tetap dijalankan Ruben tanpa mengurangi prioritasnya terhadap anak-anak.

Situasi ini juga memperlihatkan bagaimana dinamika setelah perceraian seringkali tidak sesederhana asumsi publik.

Terlepas dari persoalan yang pernah terjadi antara keduanya, Ruben disebut tetap berkomitmen memberikan yang terbaik bagi keluarga.

Sementara isu mengenai debt collector dinilai telah memunculkan persepsi yang tidak sepenuhnya tepat.

Hingga kini, pihak Ruben masih terus melakukan klarifikasi agar tidak ada informasi yang berkembang liar dan memicu kesalahpahaman lebih besar.

Baca Juga: Deadline Makin Dekat! Tinggal 1 Hari Lagi Unggah Video Praktik Pembelajaran UKPPPG Guru Tertentu

Mereka menegaskan bahwa kewajiban finansial terhadap mantan istri dan anak-anak merupakan prioritas

Serta langkah membuka data ini diambil semata-mata untuk menjaga kredibilitas.***