POJOKSATU.id — Program Beasiswa Arryman kembali hadir untuk tahun akademik 2026 sebagai kesempatan bagi warga Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan S2 maupun S3 di bidang ekonomi di University of London.

Program ini diselenggarakan oleh The Indonesian Scholarship and Research Support Foundation (ISRSF), sebuah lembaga filantropi independen yang selama bertahun-tahun berperan dalam mendukung perkembangan riset ilmu sosial di Indonesia.

ISRSF sendiri berdiri pada 2012 melalui kolaborasi para akademisi dari Indonesia dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Redenominasi Rupiah Mulai Disiapkan: Apa Dampaknya ke Uang Tunai dan Tabungan Bank?

Sejak awal, yayasan ini membawa misi besar untuk menyiapkan generasi baru ilmuwan sosial Indonesia yang terdidik di universitas-universitas terbaik dunia.

Beasiswa tahun ini difokuskan untuk mendukung para ekonom Indonesia yang ingin melanjutkan studi doktoral di SOAS University of London.

Program Arryman 2026 dirancang dengan paket pendanaan yang sangat lengkap.

Baca Juga: CPNS 2026 Berubah Total, Tes Lebih Fleksibel, Bisa Ulang Subtes, Tapi Formasi Masih Misteri

Penerima beasiswa tidak hanya dibebaskan dari seluruh biaya kuliah, tetapi juga mendapatkan dukungan untuk kebutuhan hidup, perjalanan, hingga kesempatan pengembangan karier akademik setelah lulus.

Seluruh fasilitas ini dihadirkan untuk memastikan para peneliti Indonesia mampu menghasilkan riset berkualitas dan kembali berkontribusi di tanah air.

Beasiswa ini sudah mencakup pembiayaan kuliah penuh, tunjangan tempat tinggal dan biaya hidup, dan tiket pesawat pulang–pergi antara Jakarta dan London.

Baca Juga: LENGKAP! Ringkasan Materi Ilmu Pengetahuan Alam Bab 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka, Belajar Makin Mudah

Selain itu, penerima juga mendapatkan biaya pengurusan visa, asuransi kesehatan, dan peluang mengikuti program postdoctoral di Institutes for Advanced Research (IFAR Consortium) setelah menyelesaikan studi.

Jadwal seleksi Beasiswa Arryman 2026:
– Penutupan pendaftaran: 31 Januari 2026
– Pemeriksaan administrasi: Februari 2026
– Wawancara: Maret 2026
– Pengumuman penerima beasiswa: 31 Maret 2026 melalui email

Untuk mengikuti seleksi, pelamar wajib memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan ISRSF.

Baca Juga: Kebakaran Besar di Palmerah Jakarta barat, 350 Jiwa Mengungsi dan 50 Rumah Hangus Terbakar

Syarat tersebut mencakup usia maksimal 35 tahun, komitmen untuk kembali berkarier sebagai peneliti penuh waktu di Indonesia setelah menyelesaikan program doktor, serta lulusan S1 dengan IPK minimal 3,0 dari skala 4,0.

Pelamar yang lolos juga harus menandatangani perjanjian beasiswa dengan ISRSF dan memperoleh penerimaan resmi dari Departemen Ekonomi SOAS University of London.

Selain itu, peserta wajib memenuhi standar kemampuan bahasa Inggris.

Baca Juga: Guru Honorer Dapat Angin Segar, Kemendikdasmen Pastikan Masuk Dapodik untuk Afirmasi Kesejahteraan

Persyaratan mencakup skor minimal IELTS Academic/UKVI/Indicator 5.0 pada keseluruhan dan setiap komponen, PTE Academic minimal 50 untuk seluruh bagian, atau TOEFL iBT minimal 87 dengan skor masing-masing bagian setidaknya 20.

Setelah kandidat dipilih, pihak SOAS dapat meminta bukti tambahan terkait kemampuan bahasa Inggris.

Seluruh pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi ISRSF.

Baca Juga: Cek Sekarang! Daftar Penerima Rapel Gaji dan Pensiunan Rp48 Triliun Resmi Diumumkan Menkeu

Pelamar diharuskan melengkapi formulir, mengunggah esai publikasi akademik atau profesional, serta menyertakan dua surat rekomendasi sebagai bagian dari proses seleksi.***