POJOKSATU.id – Buat kamu pecinta film lokal, minggu ini layar bioskop Tanah Air kembali penuh warna. Ada empat karya terbaru yang mulai tayang sejak Kamis, 6 November 2025.

Yang menarik, keempat film ini hadir dengan genre berbeda—dua horor yang siap bikin merinding dan dua drama yang menyentuh perasaan.

Dari cerita misteri hingga perjalanan hidup yang reflektif, semua film berikut punya daya tarik tersendiri buat penonton.

Baca Juga: Kompetisi Film Islami Nasional 2025, 7 Karya Terbaik Dipilih, Pemenang Diumumkan 10 November

Yuk, simak ulasan empat film terbaru ini sebelum kamu tentukan mau nonton yang mana duluan!

1. Pangku

Film “Pangku” menjadi pembuka deretan tayangan baru pekan ini. Disutradarai oleh Reza Rahadian dalam debut penyutradaraannya, film ini diproduseri oleh Arya Ibrahim dan Gita Fara.

Mengusung genre drama sosial, kisahnya berpusat pada Sartika (Claresta Taufan), perempuan muda yang sedang hamil dan mencoba mencari kehidupan baru di daerah Pantura.

Di sana ia bertemu Maya (Christine Hakim), pemilik kedai kopi yang merawatnya hingga melahirkan.

Namun, kehidupan Sartika berubah ketika Maya menawarinya pekerjaan sebagai penyaji kopi dengan cara unik: menyuguhkan kopi sambil memangku pelanggan. Di tengah dilema moral itu, Sartika bertemu Hadi (Fedi Nuril), sopir truk yang membuatnya jatuh cinta dan membuka harapan baru.

Baca Juga: Sosok Pelaku Ledakan SMAN 72 Ternyata Siswa Pendiam, Motif Disebut Balas Dendam  pada Kawannya

“Pangku” bukan sekadar drama biasa, tapi juga potret getir kehidupan perempuan di tengah realita sosial yang kelam. Film ini bahkan sempat diputar di Busan International Film Festival (BIFF) 2025 sebagai world premiere.

Apakah Sartika akhirnya menemukan kebahagiaan, atau justru semakin terjebak dalam lingkaran gelap?

2. Kuncen

Kalau kamu penggemar film horor lokal dengan bumbu budaya mistis, “Kuncen” wajib masuk daftar tontonanmu.

Film ini disutradarai oleh Jose Poernomo, sutradara kawakan di genre horor Indonesia, dan diproduseri oleh Fadi Iskandar, Rahul Mulani, serta Neivy Vilany.

Ceritanya berawal ketika kekasih Awindya (Azela Putri), Devlin (Thomi Baraqbah), hilang di Gunung Merapi. Bersama dua sahabatnya, Agnes (Vonny Felicia) dan Mojo (Mikha Hernan), ia nekat mendaki gunung untuk mencari Devlin.

Baca Juga: Raja Solo dari Masa ke Masa, Dari Paku Buwono I hingga Paku Buwono XIV, Menjaga Adat dan Budaya

Namun keadaan berubah menyeramkan setelah sang Kuncen penjaga gunung ditemukan tewas.

Mereka lalu bertemu Yoga (Cinta Brian) dan Diska (Davina Karamoy), dua pendaki lain yang juga kehilangan orang terdekat.

Dalam ketegangan yang semakin memuncak, mereka sadar bahwa hanya “Kuncen baru” yang bisa menyelamatkan mereka dari amukan makhluk gaib di gunung itu.

Film ini tak hanya menyajikan ketegangan, tapi juga menggali filosofi tentang keseimbangan alam dan manusia—sesuatu yang jarang disentuh di film horor mainstream.

3. Sosok Ketiga: Lintrik

Berikutnya ada “Sosok Ketiga: Lintrik”, film horor yang memadukan kisah rumah tangga dengan kekuatan mistis berbahaya.

Film garapan Fajar Nugros ini menampilkan Adinda Thomas, Wafda Saifan, Aulia Sarah, dan Nugie sebagai pemeran utama.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Dapat Tambahan 28 Bus Sekolah dari Kemenhub dan Kemensos: dari Rumah Sederhana Menuju Gerbang Ilmu

Andin (Adinda Thomas) hidup bahagia bersama suaminya, Aryo (Wafda Saifan). Namun, sejak awal pernikahan, Pakde Bagyo (Nugie) sudah merasakan ada yang tak beres.

Kecurigaannya terbukti saat Andin mengetahui bahwa Aryo ternyata memiliki hubungan dengan Naura (Aulia Sarah), wanita kaya yang menggunakan ilmu pelet Lintrik untuk mengikat cinta Aryo.

Sejak itu, kehidupan Andin berubah jadi neraka. Gangguan demi gangguan menghantui keluarganya, membawa mereka ke dalam teror yang semakin menyesakkan.

“Sosok Ketiga: Lintrik” menggabungkan kisah cinta, pengkhianatan, dan kekuatan mistis yang kerap hadir di balik hubungan manusia. Sebuah tontonan horor dengan konflik emosional yang kuat.

Baca Juga: Anggota DPRD Jabar Sri Rahayu Dorong Kesiapan Penuh Pilkades e-Voting di Karawang

4. Solata

Setelah dua film horor, waktunya beralih ke kisah yang lebih hangat lewat “Solata”, film drama keluarga dan pendidikan garapan Ichwan Persada yang juga bertindak sebagai produser.

Film ini bercerita tentang Angkasa (Rendy Kjaernett), pria yang hidupnya berubah drastis setelah dipecat dari pekerjaan, kehilangan ibunya, dan gagal mempertahankan hubungan cintanya dengan Lembayung (Rachel Natasya).

Dalam keputusasaan, Angkasa memutuskan meninggalkan Jakarta dan menjadi relawan guru di Ollon, Tana Toraja. Di sana, ia bertemu enam murid unik dengan nama depan seperti presiden Indonesia: Karno, Harto, Habi, Wahid, Mega, dan Bambang.

Lewat pertemuan itu, Angkasa menemukan arti hidup yang sesungguhnya — tentang kehilangan, pengabdian, dan kebahagiaan sederhana.

Baca Juga: Rekomendasi Tumbler Montigo Yang Bakal Bikin Minuman Tetap Fresh Sepanjang Hari

“Solata” menyuguhkan kisah reflektif yang penuh nilai kemanusiaan. Cocok buat kamu yang ingin menutup minggu dengan sesuatu yang menenangkan hati.

Empat film ini menunjukkan betapa perfilman Indonesia semakin beragam — berani mengeksplorasi cerita yang dekat dengan kehidupan nyata, tanpa kehilangan ciri khas budaya lokal.

Dari horor yang sarat mitos hingga drama yang penuh pesan moral, semuanya punya daya magisnya sendiri.

Nah, kamu mau nonton yang mana dulu, nih? Horor mistis di pegunungan, kisah perempuan di Pantura, atau perjalanan hidup seorang guru di Toraja? ***