POJOKSATU.id, PENYANYI Syahrini terus menjadi perbincangan netizen gegara kehadirannya di Red Carpet Cannes Film Festival ke-78. Warganet terus mendebat bahwa istri Reino Barack itu hadir bukan karena diundang secara resmi, melainkan membeli tiket.
Tudingan Syahrini datang ke Cannes Film Festival ke- jalur beli tiket semakin ramai setelah bertebarannya foto isi Threads akun @Viviamnanofficial (saat ini tidak bisa dicari lagi), tentang huru hara ini.
Akun itu menuliskan bahwa ikut terikut imbas karena kehadiran Syahrini di Cannes Film Festival.
"Sedih banget, lagi di LN kena nyinyir bule gara-gara artis inisial S datang ke Cannes Festival dari undangan jalur beli tiket, tapi ngeclaim dirinya dapat undangan resmi," tulisnya.
Baca Juga: Hasan Nasbi Sebut Prabowo Tak akan Intervensi Kasus yang Menyeret Budi Arie Setiadi
Dia sebutkannya Cannes Festival hanya untuk pemain film. "Pemain film yang diundang pun bukan pemian film sembarangan ecek-ecek," sambungnya.
Dia mengungkapkansiapapun bisa jalan di red carpet kalau beli tiketnya. "Ini semacam Ayam Geprek yang masuk Paris Fashion Week yang rame beberapa waktu lalu. Ada agen tertentu yang bikin acara sendiri seolah-olah yang beli tiket diundang Cannes Festival," ungkapnya.
Akun itu menegaskan tidak ada kepentingan dengan kehidupan artis, dan tidak pernah ngefans artis manapun.
"Tapi impact pembohongan publik seperi ini kena ke warga Indo yang tinggal di sana loh. Imej Indonesia menjadi sangat bodoh dan memalukan," tukasnya.
Bahkan, dia menuding hanya perlu membayar Rp50 juta untuk bisa masuk ke Cannes Film Festival.
"Tapi masih ada yang belain, kalaupun, dia memang beli tiketnya, bukan karena undangan resmi, enggak ada salahnya. Dia sultan bisa beli tiket red carpet, ha, red carpet experience tiket itu enggak mahal, cuma 50 jutaan dapat," pungkasnya.
Syahrini sendiri telah menjelaskan kehadiran di Cannes Film Festival ke-78 untuk menerima penghargaan dari UNESCO. Dan mempersembahkan piala itu untuk kaum perempuan.
"I Came To Cannes To Receive This Prestigious & Extraordinary Award From UNESCO Through “Listen To Her Parole” Platform. I Dedicate This To All The Women In The World," jelas Syahrini. ***

