POJOKSATU.id, PENYANYI Syahrini menjadi sorotan netizen ketika berada di Red Carpet Cannes Film Festival 2025. Dia hadir bersama suaminya, Reino Barack.
Syahrini mengenakan gaun dan hijab serba putih mewah dengan outer panjang yang menjuntai di lantai Red Carpet Cannes Film Festival. Busananya penuh dengan payet bermotif bunga indah.
Pada busana lainnya, dia terlihat mengenakan gaun berwarna merah dan memegang piala. Syahrini terlihat cantik dengan busana ini, terlihat sederhana tapi sangat elegan.
Busana itu merupakan karya desainer Hian Tjen, dan tas tangan mini dari merek lokal @vone.world. Kemudian, aksesori dari perancang ternama Rinaldy Yunardi dengan Make Up Artist (MUA) Albert Kurniawan dari Filipina dan dilengkapi dengan foto keren dari karya fotografer Adi Santono.
Kemunculan Syahrini jadi sorotan netizen. Karena, dia tidak aktif bermain film dan selama ini memilih mengurangi aktivitas di dunia hiburan sejak menikah.
Untuk menjawab semua rasa penasaran netizen, Syahrini menjelaskan alasannya bisa hadir di Red Carpet Cannes Film Festival.
Tentu bukan hanya sekadar gaya-gayaan, melainkan dia hadir atas undangan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) untuk menerima piala.
"Saya datang ke Cannes untuk menerima penghargaan yang bergengsi dan luar biasa ini dari UNESCO melalui platform “Listen To Her Parole”," jelasnya dalam postingan Instagram-nya dikutip Pojoksatu.id, Minggu, 18 Mei 2025.
Baca Juga: Kuliah Fleksibel dan Terjangkau? Universitas Terbuka Jadi Jawabanmu, Ini Besaran Biaya Kuliahnya
Dia mempersembahkan piala ini kepada semua perempuan di dunia. "Dengan rasa rendah hati yang dalam dan rasa syukur yang tulus, saya berdiri di depan Anda malam ini," ungkapnya.
Disebutkannya, penghargaan ini bukan hanya kehormatan pribadi, melainkan adalah perayaan ketahanan, transformasi, dan kekuatan koneksi manusia.
"Nama saya Syahrini, saya seorang penyanyi dan seniman dari Indonesia. Sejak usia muda, saya dipandu oleh cinta almarhum ayah saya yang dengan penuh kasih memanggil saya “Putri”. Nama itu, yang sekarang menjadi bagian dari identitas panggung saya, mengingatkan saya setiap hari akan keyakinannya kepada saya," tuturnya.
Dia menyebutkan musik menjadi jembatannya ke dunia, juga cara untuk terhubung melalui batas dan budaya.
"Saya beruntung bisa menghidupkan mimpi saya dengan berperform, berkarya, dan membagikan suara saya dengan jutaan orang. Namun di puncak perjalanan itu, panggilan baru muncul, yang lebih suci dari panggung "keibuan"," jelasnya.
Syahrini mengatakan keputusannya beberapa tahun memilih menjauh dari musik dan fokus dengan keluarganya, diambil dengan cinta dan kebanggaan.
"Dalam waktu itu, saya menemukan kebahagiaan yang tenang, namun kuat dalam menjadi seorang ibu untuk putri saya, dan seorang istri untuk suami saya. Terima kasih suamiku, karena selalu ada untuk kami Berdua," bebernya.
Artis kelahiran Sukabumi, 1 Agustus 1980, mengungkapkan menerima penghargaan dari UNESCO memberinya semangat untuk kembali ke dunia musik.
"Saya tak sabar menanti untuk berbagi kabar ini segera," timpal pemilik nama Rini Fatimah Zaelani iu.
Syahrini mengatakan sangat bangga menerima penghargaan tersebut. "Saya sangat bangga menerima penghargaan bergengsi dari UNESCO melalui 'Listen To Her Parole‘," pungkas Syahrini. ***

