POJOKSATU.id, KONTEN kreator Riezky Kabah akhirnya minta maaf atas konten menghina guru dengan sebutan koruptor juga jahat. Dia mengaku semua video yang dibuatnya terpicu dari balas dendam, akibat sering mendapatkan kekerasan dari okbum pendidik di sekolah.
Ya, permintaan maaf itu disampaikan Riezky Kabah lewat curhatan tentang kehidupannya yang tidak mudah sebagai lelaki kemayu hingga mendapat kekerasan fisik dari guru.
Riezky Kabar menyimpan dendam bertahun-tahun hingga berujung rasa benci ke guru. Namun, dia mengaku menyesal akhirnya guru yang tidak bersalah jadi tersakiti akibat kontennya.
Pemilik nama Riezky Ka'bah Nizar ini menceritakan dirinya alumni siswa SMAN * Pontianak sejak tahun 2020-2023, dan SMAS M Pontianak sejak tahun 2018-2019.
"Izinkan saya terlebih dahulu menjelaskan mengapa saya menjadi konten kreator dengan personal branding anak sekolah yang suka cerita yang berlatar belakang sekolah dan guru yang negatif," tulisnya pada pernyataan tertulis yang dikemas dalam video di TikTok-nya, Rabu, 26 Februari 2025.
Dia juga meluruskan info yang beredar tentang sekolahnya. Dia mengatakan, sempat bersekolah di SMA M Pontianak, namun keluar karena faktor bullying terhadap dirinya.
"Faktor saya putus sekolah dikarenakan lingkungan di sekolah saya dulu sangat over religius hingga buta akan kemoralan manusiawi," sebutnya.
"Pada tahun 2018, saya hadir sebagai siswa yang terlihat kemayu, namun kemayunya hanya saat saya sedang berteman dengan para perempuan. Singkat cerita ada beberapa okbum guru di sana, mereka mendiskreditkan saya dengan lisan dan kekerasan fisik," tuturnya.
Baca Juga: Viral Video Aksinya Meludahi Sup Ricky Perdana saat Makan Bareng, Simak Klarifikasi Dewi Perssik
Dia mendapati guru di sekolah itu membencinya dan menganggap dirinya manusia laknat yang pantas dibinasakan, agar tidak ada lagi laki-laki dengan sifat alamiahnya yang terlahir kemayu.
"Dengan sadar, saya tahu kodrat saya adalah laki-laki. Tapi kemayu saya hanya dari cara berbicara dengan orang-orang yang dekat sama saya," tegasnya.
Selama bersekolah, dia menegaskan tidak meniru atau berpakaian perempuan, apalagi berpenampilan perempuan serta tidak berdandan seperti perempuan.
"Saya tetap berseragam layaknya anak laki-laki. Tetapi para oknum itu tetap tidak sudi atas kehadiran saya di sekolah itu," kenangnya.
Puncaknya, Iky-sapaan akrabnya, yang masih berusia 15 tahun dibawa ke ruangan dan dicambuk mengunakan rotan seperti hukuman di Aceh yang sesuai dengan syariat Islam, dengan tujuan dirinya bisa jera.
"Saya bersumpah ini bukan karangan. saya berusaha memendam rasa sakit ini bertahun-tahun agar nama sekolah itu tidak tercemar saya tidak terima hukuman itu karena hanya karena saya berteman dengan perempuan," ungkapnya.
Karena tak tahan, dia keluar dari sekolah itu 2019. Dan, tahun 2020, dirinya menjadi siswa salah satu SMA Negeri di Pontianak.
Namun lagi-lagi dia menerima bullying karena guru yang tidak suka melihat kemayu. Dia menerima kekerasan verbal semisal diminta ganti kelamin, hingga disarankan ke Thailand untuk jadi l*nte.
Dia juga mendapatkan kekerasa fisik dari oknum guru, karena dirinya tertidur di kelas. "Woi banci, habis jual dirikah semalam sampai tidur di kelas"," jelasnya mengulangi ucapan gurunya.
Hingga tahun 2023, saat dirinya mulai membuat konten. Pihak sekolah memmintanya menghapus akun itu, karena beberapa video masih di area sekolah.
Dendamnya makin menjadi hingga ingin membalaskan via TikTok. "Sedikit demi sedikit saya meroasting guru-guru saya lewat konten tanpa menyebut nama. Tak disangka viral hingga dia menemukan personal branding dengan follower 2,5 juta," bebernya.
"Mohon dimaafkan atas tindakan saya ini, saya tahu membalas dendam itu salah, namun tetapi memendam dendam itu rasanya luar biasa. Sakit, hingga merusak mental dan jati diri saya," ungkapnya.
Baca Juga: Hasto Kristiyanto Minta Kader PDIP Jaga Ketum Megawati, Rasakan Hidupnya Bergelora di Penjara
Meski meminta maaf, dia menitipkan pesan untuk para guru agar menjaga lisan dan tindakan saat berinteraksi dengan murid.
"Karena anda tidak tahu sedalam apa dendam yang ditancapkan di hatinya, saat guru melukai hati murid," ujarnya.
Terkhusus, konten guru korupsi, Iky Kabah menegaskan di situ dirinya terlalu dendam dengan profesi guru.
"Hingga tanpa sadar saya menyamaratakan semua guru itu jahat dan tidak pantas dihormati. Mohon dimaafkan atas dendam yang saya tanam ini, hingga melukai hati para guru di luar sana yang tidak bersalah," paparnya.
Baca Juga: 4 Tips Agar Instalasi Water Heater di Rumah Lebih Aman
Dia berharap juga bisa dimengerti dengan semua kenangan buruk bangku sekolah dan bullying.
"Saya sadar saya kemayu, tapi pantaskah sesama manusia yang diciptakan oleh Tuhan melakukan bullying hingga kekerasan fisik dan lisan sampai membuat orang lain dendam dan trauma," timpalnya.
"Jika anda memiliki hati dan moral manusiawi, maka anda akan mengerti dari klarifikasi saya ini," lanjutnya.
Dia juga mengajak siswa yang mengalami kekerasan fisik untuk berani speak up. "Tolong jangan tinggal diam. Lawan sebisamu hingga kau merasa lega. Ingat sayang, kamu itu manusia, bukan binatang," tegasnya.
Baca Juga: LINK Alternatif Cek NRG PPG Piloting 1, 2 dan 3 Jika Info GTK Tidak Bisa Dibuka
"Saya Riezky Ka'bah Nizar meminta maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan ini, semoga kejadian ini tidak ada lagi pembullyian dalam bentuk apapun," pungkasnya. ***

