POJOKSATU.id, UNJUK rasa mewarnai pemutaran perdana film Hollywood "Captain America: Brave New World" di Amerika Serikat, Selasa waktu setempat, 11 Februai 2025.

Massa yang pendukung Palestina menyerukan pemboikotan film "Captain America: Brave New World", lantaran masih menyertakan pahlawan super Israel Ruth Bat-Seraph, alias Sabra, yang diperankan oleh Shira Haas.

Dilansir dari Variety, massa memegang spanduk bertuliskan "Sabra harus pergi," "Disney mendukung genosida," "Boikot 'Captain America'" dan "Pray 4 Princess Jasmine" serta yel-yel "bebaskan Palestina".

Baca Juga: Universitas Trisakti Trending di X usai Kabar Jake ENHYPEN Bakal Datang ke Kampus Pahlawan Reformasi Itu

Seperti diketahui, karakter Sabra yang merupakan agen Mossad dalam komik, telah memicu kontroversi sejak tahun 2022.

Saat itu, Marvel sebagai rumah produksi "Captain America: Brave New World" merilis pernyataan tentang bakal mengubah alur cerita soal Sabra.

"Sementara karakter dan cerita kami terinspirasi oleh komik. Dan, pembuat film mengambil pendekatan baru dengan karakter Sabra yang pertama kali diperkenalkan dalam komik lebih dari 40 tahun yang lalu," jelas Marvel dalam pernyataan resminya.

Baca Juga: UNHAN Resmi Buka Pendaftaran Calon Mahasiswa Baru, Cek Jadwal Lengkap, Persyaratan dan Siapkan Diri Hadapi MATERI TES Ini

Produser "Brave New World", Nate Moore menambahkan pada bulan Februari bahwa Sabra tidak akan dibuat cerita dalam film sebagai agen Mossad melainkan bekerja di pemerintah AS" sebagai gantinya.

"Apa yang kami pikir menarik adalah banyak karakter dalam film ini berputar di sekitar Presiden Thaddeus Ross (diperankan Harrison Ford," kata Moore.

"Ruth bekerja di dalam pemerintahan di bawah Ross, jadi perspektifnya tentang karakter itu dan perspektif Sam semacam menempatkan mereka pada jalur tabrakan. Dia generasi pertama Israel, tetapi dia bekerja di dalam pemerintah AS," jelasnya.

Baca Juga: PP Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1446 H Jatuh di Hari Sabtu tanggal 1 Maret 2025, Idul Fitri Hari Senin 31 Maret 2025

Namun, tentu saja hal ini masih memicu kontroversi. Karena meski mengubah sedikit cerita soal Sabra, tapi tetap saja dikaitkan dengan Israel.

Sarba sendiri dibuat dalam komik Marvel pada edisi awal 1980-an "The Incredible Hulk" dan telah memicu konflik.

Dalam komik aslinya, Sabra awalnya adalah seorang agen Mossad yang bertugas di IDF, serta mantan Black Widow dalam program fiksi Cinematic Universe.

Baca Juga: Pilih Berdamai Usai Viralkan Aksi Oknum ASN P3AKB Sumut Siram Anak Tiri dengan Air Panas, Dede Siregar : Saya Maafkan Mantan Istri Saya

Film "Captain America: Brave New World" dianggap mempromosikan propaganda Israel dan menormalkan genosida dan penjajahan terhadap warga Palestina. ***