POJOKSATU.id - Belakangan ini, nama Shella Saukia sedang ramai diperbincangkan di sosial media (sosmed).
Setelah kisruh terkait urusan skincare dengan Dokter dekektif (Doktif), kini muncul masalah baru dari produk hijab yang dijual oleh Shella Saukia.
Pasalnya, Shella Saukia diduga mencurangi brand hijab lain, dengan cara mengganti menutupi merk asli hijab tersebut menggunakan manik kemudian dijual kembali, dengan harga yang lebih mahal.
Hal tersebut, salah satunya dibongkar oleh customer dari produk hijab Shella Saukia melalui akun tiktok @Laila Al Umar.
Baca Juga: Kronologi Kasus Putri Indah Sari, Korban Penikaman Sang Kekasih di Gowa Sulsel Gegara Ngaku Hamil
Dalam postingan yang diunggah tersebut, akun itu membongkar logo yang tertempel dalam hijab miliknya.
Saat manik yang ada di dalam hijab tersebut dibongkar, terlihat ada logo brand hijab lain dalam produk tersebut.
"Mama ini ternyata juga korbannya SS, lihat ini tulisannya Umpama ditutupi manik-manik," ujarnya dikutip pada Kamis (23/1/2025).
Menanggapi berita yang beredar tersebut, Shella Saukia mengungkapkan jika permasalahan brand hijab tersebut, sudah lama terjadi dan dikembalikan dikorek.
Menurutnya, hal itu terjadi pada awal ia merintis karirnya di tahun 2019 lalu, saat dirinya masih belajar untuk membuat brand sendiri.
"Jadi saya punya supplier yang ngebuatin hijab-hijab saya, waktu itu saya masih belajar untuk membuat brand sendiri, kalau sekarang sudah brand," katanya.
Pada saat itu, lanjutnya, ia memiliki ide untuk membuat hijab yang ada bandonya, dan supplier nya memilihkan bahan hijab dari brand Umpama tersebut.
Setelah menjual produk tersebut, Shella mengklaim jika produknya banyak membantu pelaku UMKM, karena produknya yang viral dimana-mana.
Baca Juga: Sering Sakit Gigi Saat Hamil? Ternyata Ini Penyebab Yang Perlu Diwaspadai
"Saya tidak menempelkan brand sama sekali disana, karena kita baru juga belajar jadi maklum," jelasnya.
Namun, lantaran banyaknya manik-manik atau payet dikerudung tersebut, sehingga membuat brand hijab aslinya tertutup.
Hanya saja, ia mengaku jika tidak ada niat sama sekali untuk menipu dengan menutup logo asli dari brand hijab itu.
"Itu tidak ada maksud untuk menipu, untuk merekayasa itu nggak ada maksud sama sekali," imbuhnya.***

