POJOKSATU.ID- Kisah cinta Ikang Fawzi dan mendiang Marissa Haque mendadak menjadi sorotan setelah berpulangnya Marissa pada 2 Oktober 2024. Selama 38 tahun membina rumah tangga, pasangan ini selalu dikenal harmonis, jauh dari gosip dan isu miring.

Kehidupan mereka bersama dua putri, Isabella Mulia Fawzi dan Chikita Fawzi, menjadi contoh bagi banyak orang akan arti cinta dan kesetiaan sejati.

Pertemuan Ikang Fawzi dan Marissa Haque dimulai dari cinta lokasi. Keduanya pertama kali bertemu pada tahun 1984 saat beradu akting dalam film fenomenal Tinggal Landas Buat Kekasih. Setelah menjalani dua tahun masa pacaran, mereka memutuskan untuk menikah pada 3 Juli 1986.

Baca Juga: Sekjen Golkar Bela Bahlil Soal Boleh Tabrak Aturan Asal Tak Ketahuan, Itu Satire Keadaan Saat Ini

Dalam perjalanan menuju pernikahan, Marissa sempat merasa takut saat harus bertemu dengan ibunda Ikang, karena kesan anggun dan kharismatik sang ibu di mata Marissa. Namun, ketakutan itu segera sirna ketika Marissa mengetahui bahwa ibunda Ikang telah jatuh hati kepadanya sejak awal.

Selama menjalani pernikahan, Ikang dan Marissa terus memperlihatkan hubungan yang kuat. Tidak ada skandal atau berita negatif yang menghampiri mereka.

Kesepakatan awal mereka untuk saling setia satu sama lain hingga maut memisahkan bukan sekadar janji belaka. "Kami bertekad agar kesepakatan yang kami buat sejak awal dapat kami wujudkan dalam kenyataan sejarah pernikahan kami, yaitu, untuk selalu satu suami dan satu istri sampai mati," tegas Ikang Fawzi.

Baca Juga: Nama Dimas Seto Dikaitkan Orang Ketiga di Kasus Perceraian Baim Wong dan Paula Verhoeven, Dhini Aminarti Tanggapi Kalem

Kehidupan rumah tangga yang damai ini terus berlanjut hingga ajal memisahkan mereka. Marissa Haque wafat pada Rabu, 2 Oktober 2024, meninggalkan Ikang Fawzi dan keluarga yang tercinta. Ikang, meski terpukul, berusaha tegar dan ikhlas melepas kepergian istrinya, seraya menguatkan diri bahwa semua ini adalah kehendak Allah.

Kisah cinta mereka menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa hubungan yang dilandasi dengan komitmen, cinta, dan kesetiaan bisa bertahan dalam suka maupun duka.

Hingga akhirnya, cinta sejati mereka membuktikan bahwa kematian hanyalah pemisah fisik, namun cinta mereka akan terus hidup di hati keluarga dan orang-orang yang mengenal mereka.***