POJOKSATU.id - Empat dosen multidisiplin Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Jambi (UNJA) meraih Juara 1 kategori akademisi atau peneliti dalam ajang Jambi Spark (Smart Paper and Research Competition) 2026.
Kompetisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Road to Gentala Arasi Fest 2026.
Tim FST UNJA mengusung riset berjudul “Model Integrasi Manajemen Energi Multi Sumber Berbasis IoT dan Platform Digital untuk Optimalisasi Rantai Pasok serta Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Unggulan Provinsi Jambi”.
Riset tersebut berangkat dari persoalan ketergantungan ekonomi Jambi terhadap sejumlah komoditas utama, seperti karet, kelapa sawit, dan kopi.
Baca Juga: Bukan Cuma Obligasi, Yield Tinggi Mulai Mengancam Ekonomi Global dan Pasar Saham
Tim peneliti diketuai Andicho Haryus Wirasapta, dosen Program Studi Teknik Elektro FST UNJA.
Tiga anggota lainnya adalah Merisa Rahma Mawaddah dari Program Studi Teknik Lingkungan, Hamzah Alghifari, M.Kom., serta Muhammad Damas Fatih dari Program Studi Sistem Informasi.
Jambi Spark 2026 merupakan kompetisi hasil kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jambi, serta Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Jambi.
Kompetisi tersebut menjaring gagasan ilmiah terapan berbasis bukti yang diharapkan dapat mendorong penguatan perekonomian daerah.
Jambi Spark Ecosystem
Tim FST UNJA menamai solusi yang ditawarkan dalam risetnya sebagai “Jambi Spark Ecosystem”.
Baca Juga: Purbaya Ungkap Alasan Dicopot dari Menkeu, Perombakan Ratusan Pejabat Ikut Disorot
Konsep tersebut terdiri dari dua pilar utama yang saling terhubung, yakni sistem energi multi-sumber berbasis IoT dan platform digital untuk mendukung rantai pasok komoditas.
Pilar pertama berupa sistem energi yang memanfaatkan beberapa sumber listrik sekaligus.
Sistem tersebut memadukan panel surya, biomassa dari limbah perkebunan, serta listrik PLN sebagai sumber cadangan.
Perpindahan sumber energi dapat dilakukan melalui Automatic Transfer Switch (ATS) atau sakelar otomatis.
Teknologi Internet of Things (IoT) kemudian digunakan untuk mengendalikan dan memantau sistem tersebut.
Mikrokontroler IoT berperan menjaga ketersediaan pasokan listrik agar tetap stabil, khususnya untuk mendukung unit pengolahan hasil perkebunan di tingkat desa.
Baca Juga: Mau Nilai TKA Geografi 2026 Lebih Maksimal? Coba 60 Soal Latihan dan Cek Kunci Jawabannya
Pilar kedua adalah Jambi Spark Market, sebuah platform digital yang dirancang untuk mempertemukan petani atau koperasi dengan pembeli.
Platform tersebut menyediakan informasi harga pasar secara langsung sehingga petani dapat memperoleh gambaran harga sebelum melakukan transaksi.
Jambi Spark Market juga dilengkapi fitur kode QR untuk membantu melacak mutu produk.
Selain itu, platform dirancang dengan layanan pembiayaan mikro serta edukasi literasi digital bagi petani.
Koperasi dan BUMDes menjadi penghubung kedua pilar tersebut di tingkat desa.
Dengan model tersebut, teknologi energi dan platform digital tidak berdiri sendiri, tetapi diintegrasikan melalui kelembagaan yang sudah dekat dengan masyarakat.
Baca Juga: Mendikdasmen Tegaskan PKL Tak Boleh Hentikan Pembelajaran Murid SMK, Ini Solusinya
Secara konseptual, integrasi ini diharapkan dapat membantu menekan biaya energi sekaligus meningkatkan posisi tawar petani dalam rantai pasok komoditas.
Sapu Bersih Lebih dari 100 Pendaftar
Prestasi tim FST UNJA tersebut diraih setelah melewati proses seleksi berjenjang yang diikuti lebih dari 100 tim.
Pendaftaran dan pengumpulan makalah berlangsung sepanjang Juli 2026.
Seleksi tahap pertama kemudian dilakukan hingga menghasilkan 10 finalis pada pertengahan Agustus.
Proses berlanjut pada seleksi tahap kedua yang menyaring 10 finalis menjadi lima tim pada akhir Agustus.
Kelima finalis kemudian mempresentasikan riset masing-masing di hadapan dewan juri pada 4 September 2026.
Pemenang akhirnya diumumkan pada 6 September 2026, dengan tim FST UNJA keluar sebagai Juara 1 kategori akademisi atau peneliti.
Baca Juga: FLAK 2026 Digelar, 56 Tim SSB se-Karawang Adu Talenta Muda
Kolaborasi Multidisiplin
Ketua tim peneliti Andicho Haryus Wirasapta menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi lintas disiplin di lingkungan FST UNJA.
“Alhamdulillah, capaian Juara 1 pada Jambi Spark 2026 ini merupakan buah kolaborasi multidisiplin antara teknik elektro, teknik lingkungan, dan sistem informasi di FST UNJA,” kata Andicho.
Kolaborasi tersebut mempertemukan keahlian di bidang energi dan kelistrikan, lingkungan, serta teknologi informasi.
Kombinasi tersebut menjadi dasar dalam merancang solusi yang tidak hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga menyentuh persoalan rantai pasok dan pemberdayaan petani.
UNJA berharap hasil riset tersebut dapat diimplementasikan secara bertahap melalui kemitraan pentahelix.
Baca Juga: Daftar Delapan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengurusan HGB di Kantor Menteri Nusron Wahid
Kemitraan itu melibatkan pemerintah, akademisi, perbankan, BUMDes, serta komunitas petani.
Dengan dukungan berbagai pihak, Jambi Spark Ecosystem diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan dalam kompetisi riset.
Inovasi tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi model yang benar-benar membantu pengolahan komoditas, memperkuat akses pasar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jambi.
Capaian ini sekaligus menunjukkan komitmen UNJA dalam mendorong riset terapan yang menjawab persoalan nyata di daerah.
Ketika energi terbarukan, teknologi IoT, dan akses pasar dipertemukan dalam satu ekosistem, riset perguruan tinggi pun punya peluang lebih besar untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat. ***




