POJOKSATU.id - Quacquarelli Symonds (QS) rutin merilis daftar universitas terbaik di dunia setiap tahun.

Pemeringkatan ini tidak hanya melihat reputasi akademik, tetapi juga sejumlah indikator lain yang menggambarkan kualitas dan daya saing perguruan tinggi.

Beberapa indikator yang digunakan QS mencakup research & discovery atau penelitian dan penemuan, learning experience atau pengalaman belajar, employability atau peluang kerja, global engagement atau kemitraan global, serta sustainability atau keberlanjutan.

Dari berbagai indikator tersebut, global engagement menjadi salah satu aspek yang menarik untuk diperhatikan.

Baca Juga: Simulasi TKA 2026 Bukan Sekadar Latihan, Ini Link Resmi, Jadwal, Cara Ikut dan Hasilnya

Indikator ini mengukur tingkat globalisasi universitas secara keseluruhan. Salah satu aspek yang diperhitungkan adalah kekuatan jaringan riset internasional yang dibangun dan dipertahankan sebuah kampus.

Menariknya, kampus yang memiliki peringkat dunia lebih tinggi belum tentu menjadi yang terbaik dalam aspek jaringan riset internasional.

Universitas Airlangga Jadi yang Teratas
Universitas Airlangga menempati posisi pertama sebagai perguruan tinggi di Indonesia dengan skor jaringan riset internasional tertinggi, yakni 65,8.

Pencapaian tersebut cukup menarik karena Universitas Airlangga berhasil mengungguli Universitas Indonesia dalam indikator ini.

Baca Juga: Beasiswa LPDP Fellowship Dokter Spesialis 2026 Dibuka November, Cek Syarat dan Link Pendaftarannya

Secara keseluruhan, Universitas Airlangga berada di peringkat ke-276 dunia dan menempati posisi ketiga nasional dalam QS World Rankings.

Sementara itu, Universitas Indonesia memperoleh skor 63,4 untuk jaringan riset internasional.

Meski berada di posisi kedua dalam indikator tersebut, UI memiliki peringkat keseluruhan lebih tinggi, yakni ke-191 dunia dan menjadi universitas dengan peringkat terbaik di Indonesia.

Posisi ketiga ditempati Universitas Gadjah Mada dengan skor jaringan riset internasional 59,3.

UGM sendiri berada di peringkat ke-206 dunia dalam QS World Rankings. Dengan demikian, tiga kampus teratas dalam aspek jaringan riset internasional ini sama-sama masuk jajaran universitas dengan peringkat dunia tinggi.

10 Universitas dengan Skor Jaringan Riset Internasional Tertinggi
Berikut daftar 10 perguruan tinggi di Indonesia dengan skor jaringan riset internasional tertinggi berdasarkan data QS:
1. Universitas Airlangga - 65,8

2. Universitas Indonesia - 63,4

3. Universitas Gadjah Mada - 59,3

4. Universitas Padjadjaran - 38,5

Baca Juga: PPDS RSPPU 2026 Batch 5 Dibuka, Cek 15 Prodi dan Jadwal Seleksinya

5. Universitas Sumatera Utara - 37,6

6. Institut Teknologi Bandung - 32,7

7. Universitas Negeri Padang - 29,9

8. IPB University - 29,7

9. Institut Teknologi Sepuluh Nopember - 29,2

10. Universitas Brawijaya - 28,8

Setelah tiga besar, skor jaringan riset internasional terlihat turun cukup signifikan.

Baca Juga: Mau Masuk SMA Taruna Nusantara Lewat Jalur Lomba? Ini Daftar Prestasi yang Diakui dan Syaratnya

Universitas Padjadjaran berada di posisi keempat dengan skor 38,5. Jika dibandingkan dengan Universitas Airlangga di posisi pertama, terdapat selisih 27,3 poin.

Universitas Sumatera Utara kemudian berada di posisi kelima dengan skor 37,6.

Kampus ini menjadi salah satu yang menarik perhatian karena skor jaringan riset internasionalnya cukup tinggi meskipun peringkat keseluruhannya berada di kisaran 1.001-1.200 dunia.

Institut Teknologi Bandung berada di posisi keenam dengan skor 32,7. Angka tersebut cukup menarik karena ITB secara keseluruhan berada di peringkat ke-287 dunia atau posisi keempat di Indonesia.

Berikutnya ada Universitas Negeri Padang dengan skor 29,9, disusul IPB University dengan 29,7.

Baca Juga: Mau Masuk SMA Taruna Nusantara Lewat Jalur Lomba? Ini Daftar Prestasi yang Diakui dan Syaratnya

Institut Teknologi Sepuluh Nopember menempati posisi kesembilan dengan skor 29,2. Sementara itu, Universitas Brawijaya melengkapi daftar 10 besar dengan skor 28,8.

Apa yang Dinilai dari Jaringan Riset Internasional?
Skor global engagement QS tidak berdiri pada satu aspek saja.

Penilaiannya mempertimbangkan keterlibatan mahasiswa asing, staf pengajar asing, serta jaringan riset internasional yang dimiliki sebuah universitas.

Perguruan tinggi dengan skor tinggi pada indikator ini dinilai memiliki keterhubungan lebih kuat dengan mobilitas akademik dan jaringan riset internasional.

Bagi mahasiswa, lingkungan seperti ini juga dapat membuka pengalaman akademik dan budaya yang lebih beragam karena kampus memiliki hubungan dengan institusi dari berbagai negara.

Baca Juga: Paripurna DPRD Jember Sepakati P-APBD 2026, Gus Fawait Genjot Revitalisasi Sekolah Jember hingga 100 Persen Lebih

Sementara dalam aspek riset, QS melihat kemampuan universitas dalam membangun sekaligus mempertahankan kemitraan penelitian dengan perguruan tinggi di negara lain.

Bukan sekadar memiliki kerja sama di atas kertas, keberlanjutan hubungan riset juga menjadi perhatian.

QS melihat keberagaman jaringan riset berdasarkan jumlah negara yang terlibat serta apakah hubungan tersebut aktif diperbarui dan dilanjutkan.

Kemitraan yang dihitung adalah kerja sama yang berkelanjutan, yakni kemitraan yang menghasilkan sedikitnya tiga karya ilmiah gabungan atau joint papers yang diterbitkan dalam periode lima tahun.

Karena itu, tingginya skor jaringan riset internasional dapat menjadi gambaran bahwa sebuah kampus tidak hanya aktif menghasilkan penelitian, tetapi juga memiliki jejaring kolaborasi yang terus berjalan bersama institusi dari berbagai negara.

Bagi calon mahasiswa, data ini bisa menjadi salah satu pertimbangan tambahan ketika memilih kampus.

Sebab, kualitas perguruan tinggi tidak hanya dapat dilihat dari peringkat keseluruhan, tetapi juga dari kekuatan jejaring akademik dan riset yang dimilikinya. ***